Universitas Jember Kini Miliki 101 Guru Besar, Perkuat Inovasi dan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Universitas Jember (Unej) mencapai tonggak sejarah dengan memiliki 101 guru besar setelah mengukuhkan empat profesor baru, menandai kemajuan signifikan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dan komitmen terhadap pengembangan akademik.
Universitas Jember (Unej) mencatat sejarah baru dengan mengukuhkan empat profesor baru di gedung Auditorium kampus setempat pada Kamis. Pengukuhan ini menjadikan total jumlah guru besar di Unej mencapai 101 orang, sebuah capaian signifikan bagi institusi pendidikan tersebut. Rektor Unej, Iwan Taruna, menyatakan kebanggaannya atas peningkatan jumlah profesor yang pesat ini.
Empat guru besar yang baru dikukuhkan berasal dari berbagai bidang ilmu, menunjukkan keberagaman keilmuan di Unej. Mereka adalah Prof. Kiswara Agung Santoso, Prof. Khairul Anam, Prof. Evita Soliha Hani, dan Prof. Bambang Marhaenanto. Kehadiran para profesor ini diharapkan dapat memperkuat riset dan pengabdian masyarakat.
Pencapaian 101 guru besar ini menjadi momen bersejarah setelah Unej berusia lebih dari enam dekade. Rektor Iwan Taruna menekankan bahwa jumlah ini belum mencapai target ideal, namun merupakan langkah maju yang patut diapapresiasi. Pihak universitas terus berupaya mendorong dosen-dosen lain meraih jabatan tertinggi ini.
Capaian Bersejarah dan Dorongan Rektor
Pengukuhan empat guru besar baru di Universitas Jember menandai titik penting dalam sejarah institusi. Dengan total 101 guru besar, Unej menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan akademik dan penelitian. Rektor Iwan Taruna menyebut momen ini sebagai tonggak bersejarah setelah enam dekade lebih perjalanan universitas.
Rektor Iwan mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan signifikan jumlah guru besar di Universitas Jember. Pada tahun 2020, Unej hanya memiliki 51 guru besar, namun kini telah mencapai 101 orang pada tahun 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan upaya berkelanjutan universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Meskipun demikian, Rektor Iwan mengingatkan bahwa jumlah profesor Unej ini masih belum memenuhi target ideal. Universitas menargetkan memiliki 150 guru besar, atau sekitar sepuluh persen dari total dosen yang ada. Target ini menunjukkan ambisi Unej untuk terus memperkuat posisi sebagai pusat keunggulan akademik.
Untuk mencapai target tersebut, Unej terus mendorong para dosen untuk mencapai jabatan guru besar melalui beragam program. Inisiatif seperti hibah riset dan insentif penulisan di jurnal bereputasi menjadi strategi utama. Semua program dilaksanakan sesuai aturan berlaku, memastikan kualitas tetap terjaga di samping kuantitas.
Profil Empat Guru Besar Baru dan Kontribusi Keilmuan
Empat guru besar yang baru dikukuhkan membawa keahlian dari beragam disiplin ilmu. Prof. Kiswara Agung Santoso di bidang algoritma pemrograman dari Program Studi Matematika Fakultas MIPA, menjadi salah satu tambahan kekuatan akademik Unej. Kehadirannya diharapkan memperkaya inovasi di bidang ilmu komputer.
Selanjutnya, Prof. Khairul Anam dikukuhkan sebagai guru besar rekayasa instrumentasi dan kontrol dari Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik. Dalam orasi ilmiahnya, ia membahas integrasi manusia dan mesin melalui niat, kecerdasan buatan, dan teknologi asistif, menyoroti tantangan difabel dalam menggunakan alat bantu.
Dari Fakultas Pertanian, Prof. Evita Soliha Hani diangkat sebagai guru besar bidang Ekonomi Sumber Daya Manusia di Lingkungan Pertanian dari Program Studi Agribisnis. Keahliannya akan sangat relevan dalam pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Terakhir, Prof. Bambang Marhaenanto menjadi guru besar bidang Otomasi dan Informatika Pertanian dari Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian. Kontribusinya diharapkan membawa kemajuan signifikan dalam modernisasi pertanian melalui teknologi.
Peran Guru Besar dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi
Rektor Iwan Taruna berharap keberadaan para profesor baru ini dapat memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui pemikiran visioner, mereka diharapkan mampu menghasilkan beragam inovasi dan solusi. Ini termasuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.
Pencapaian jabatan guru besar bukan hanya merupakan prestasi pribadi bagi para dosen. Lebih dari itu, hal ini juga akan memperkokoh eksistensi Universitas Jember sebagai mercusuar keilmuan. Unej diharapkan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui riset dan pengabdian.
Para guru besar memiliki peran krusial dalam membimbing mahasiswa dan mengembangkan kurikulum yang relevan. Mereka juga menjadi ujung tombak dalam penelitian-penelitian strategis yang berdampak luas. Kontribusi ini penting untuk menjaga relevansi dan kualitas pendidikan tinggi.
Sumber: AntaraNews