UNAND Jadikan ITB Rujukan Utama Implementasi PTNBH, Optimalkan Peran Kampus
Universitas Andalas (UNAND) jadikan ITB rujukan utama implementasi PTNBH. UNAND ingin menyerap praktik terbaik ITB guna mengoptimalkan peran sebagai perguruan tinggi berbadan hukum yang berdampak positif.
Universitas Andalas (UNAND) di Sumatera Barat secara resmi menunjuk Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai rujukan utama dalam proses implementasi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) mereka. Langkah strategis ini diumumkan oleh Rektor UNAND, Efa Yonnedi, di Kota Padang pada Jumat (3/4). UNAND bertekad untuk menyerap sebanyak mungkin praktik terbaik dari ITB, terutama terkait tata kelola dan operasional PTNBH.
Rektor Efa Yonnedi menjelaskan bahwa ITB dianggap sebagai institusi yang memiliki pengalaman matang dalam mengelola tata kelola institusi yang adaptif, inovatif, dan otonom. Pengalaman ini sangat krusial bagi UNAND yang sedang bertransformasi menuju status PTNBH yang lebih kuat dan mandiri. Kemitraan ini diharapkan menjadi landasan bagi UNAND untuk melakukan lompatan strategis dalam memajukan dunia akademik.
Transformasi menuju PTNBH yang kokoh tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan memerlukan pembelajaran dari institusi yang telah sukses terlebih dahulu. ITB, dengan rekam jejak keberhasilannya, menjadi contoh ideal bagi UNAND dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan mengadopsi praktik terbaik dari ITB, UNAND berharap dapat mengoptimalkan perannya sebagai PTNBH yang memberikan dampak signifikan bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Penguatan Implementasi PTNBH UNAND Melalui Kemitraan Strategis
UNAND secara aktif berupaya menyerap praktik-praktik terbaik dari ITB, khususnya dalam aspek tata kelola PTNBH. Rektor Efa Yonnedi menegaskan bahwa ITB telah membuktikan diri sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan otonom. Kualitas ini sangat dibutuhkan UNAND dalam mengelola status barunya sebagai PTNBH.
Hubungan kelembagaan antara UNAND dan ITB tidak hanya terbatas pada penguatan implementasi PTNBH. Kemitraan ini juga menjadi fondasi penting bagi UNAND untuk mencapai lompatan strategis dalam memajukan dunia akademik secara keseluruhan. Dengan demikian, UNAND dapat memperkuat identitas institusinya.
Melalui adopsi praktik terbaik dan penguatan identitas institusi, UNAND diharapkan mampu mengoptimalkan perannya sebagai PTNBH. Peran ini mencakup kontribusi yang signifikan bagi masyarakat luas dan pembangunan bangsa Indonesia. Tujuan akhirnya adalah menciptakan perguruan tinggi yang lebih relevan dan berdampak.
Inovasi dan Arah Strategis ITB sebagai Rujukan Pendidikan Tinggi
Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara, menjelaskan bahwa peran universitas saat ini telah melampaui sekadar transfer ilmu pengetahuan. Kampus memiliki tanggung jawab untuk menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa melalui pengalaman nyata yang terstruktur. Ini adalah filosofi yang diterapkan ITB dalam setiap desain pembelajarannya.
Pembentukan karakter mahasiswa, menurut Prof Tatacipta, tidak bisa dibangun secara instan. Proses ini memerlukan desain pembelajaran yang terintegrasi, seperti keterlibatan aktif dalam kompetisi, pelaksanaan kuliah kerja nyata, hingga pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan holistik ini, kultur khas mahasiswa ITB dapat terbentuk secara optimal.
Ke depan, ITB memiliki arah strategis yang jelas untuk terus menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia. Salah satu inisiatif utamanya adalah mendorong hingga 80 persen mahasiswa untuk mengikuti program fast track. Program ini bertujuan untuk mempercepat masa studi dan sekaligus meningkatkan kualitas lulusan ITB.
Selain itu, ITB juga berkomitmen untuk terus memperkuat budaya riset di lingkungan akademiknya. Institusi ini secara konsisten mengarahkan para dosennya untuk lebih fokus pada kegiatan penelitian dan publikasi bereputasi global. Hal ini merupakan bagian dari upaya ITB untuk meningkatkan kontribusi ilmiahnya di kancah internasional.
Sumber: AntaraNews