USU Perketat Pengawasan, Antisipasi Kecurangan Peserta UTBK-SNBT 2026
Universitas Sumatera Utara (USU) mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi kecurangan peserta UTBK-SNBT 2026, termasuk kasus perjokian, demi menjaga integritas seleksi masuk PTN.
Universitas Sumatera Utara (USU) mengambil langkah proaktif dengan memperketat pengawasan selama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kecurangan yang mungkin terjadi di antara para peserta seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Peninjauan acak dilakukan di beberapa lokasi ujian guna memastikan kelancaran dan kejujuran proses seleksi.
Rektor USU, Muryanto Amin, secara langsung meninjau sejumlah ruang ujian pada Selasa (22/4) di Medan, termasuk di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi serta Fakultas Kedokteran Gigi. Peninjauan ini bertujuan memastikan kelancaran ujian sekaligus mencegah praktik kecurangan seperti perjokian. Muryanto Amin juga merupakan Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Nasional, menunjukkan komitmennya terhadap integritas seleksi.
Langkah antisipasi kecurangan peserta UTBK-SNBT 2026 ini berfokus pada data anomali, terutama terkait domisili peserta yang tidak sesuai dengan lokasi ujian pilihan mereka. Pelaksanaan UTBK-SNBT di USU sendiri berlangsung selama 10 hari, mulai dari 21 hingga 30 April 2026, dengan dua sesi ujian setiap harinya.
Pengetatan Pengawasan untuk Integritas Seleksi
Rektor Muryanto Amin menekankan pentingnya menjaga integritas seluruh proses seleksi masuk perguruan tinggi. Peninjauan acak ini merupakan respons terhadap data anomali yang terdeteksi, yang mengindikasikan potensi kecurangan peserta UTBK-SNBT 2026. USU berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan ujian yang adil dan transparan bagi semua calon mahasiswa.
Data anomali yang dimaksud adalah peserta dengan domisili jauh dari Medan, seperti Jakarta atau Palembang, namun memilih lokasi ujian di USU. Pengecekan ini bertujuan untuk mengonfirmasi dan memastikan tidak ada indikasi perjokian, seperti yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Upaya ini menjadi bagian krusial dalam pencegahan kecurangan peserta UTBK-SNBT 2026.
Muryanto Amin menegaskan bahwa setiap indikasi kecurangan akan ditindaklanjuti secara serius oleh pihak universitas. Pengawasan ketat ini diharapkan dapat meminimalisir praktik tidak jujur dalam seleksi. Dengan demikian, hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan akademis peserta yang sesungguhnya.
Jadwal dan Kapasitas Ujian UTBK-SNBT USU 2026
Pelaksanaan UTBK-SNBT di USU pada tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari penuh, dari tanggal 21 hingga 30 April. Setiap harinya, ujian dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dari pukul 06.45 hingga 10.30 WIB dan sesi siang dari pukul 13.00 hingga 16.45 WIB. Total ada 19 sesi ujian di Medan, 19 sesi di Nias-Teluk Dalam, dan 20 sesi di Nias-Gunungsitoli.
Jumlah peserta UTBK-SNBT di USU tahun ini mencapai 36.771 orang, tersebar di tiga wilayah utama: Medan, Nias-Gunungsitoli, dan Nias-Teluk Dalam. USU telah menyiapkan total 92 ruang ujian untuk menunjang kelancaran proses ini. Ini menunjukkan skala besar dari upaya USU dalam menyelenggarakan seleksi yang transparan dan akuntabel.
Untuk daya tampung SNBT 2026, USU menyediakan total 3.008 kursi bagi calon mahasiswa. Rinciannya adalah 2.534 kursi untuk program sarjana, 274 kursi untuk sarjana terapan, dan 200 kursi untuk program diploma. Angka ini mencerminkan komitmen USU dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang luas dan berkualitas.
Fasilitas Ujian dan Inklusivitas untuk Peserta Disabilitas
USU telah mengorganisir 16 lokasi ujian di kampus utama Medan dengan 73 ruang ujian yang memadai. Selain itu, USU juga menjalin kerja sama dengan beberapa mitra untuk lokasi ujian tambahan guna mengakomodasi jumlah peserta yang besar. Mitra tersebut meliputi SMAN 1 Medan dengan lima ruang, Universitas Sari Mutiara dengan enam ruang, dan Universitas Medan Area Kampus 2 dengan empat ruang.
Di wilayah Nias, masing-masing dua ruang ujian disiapkan di Gunungsitoli dan Teluk Dalam, menunjukkan jangkauan geografis USU dalam pelaksanaan UTBK-SNBT. Persiapan infrastruktur yang matang ini adalah bagian dari upaya USU untuk memastikan kelancaran proses seleksi dan kenyamanan peserta.
USU juga menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas dengan memfasilitasi peserta disabilitas yang mengikuti UTBK-SNBT 2026. Terdapat dua peserta tunanetra, tiga tunadaksa, dua tunarungu, serta satu tunawicara yang mengikuti ujian. Mereka difasilitasi di lokasi yang disesuaikan, memastikan kesempatan yang sama bagi semua calon mahasiswa untuk meraih pendidikan tinggi.
Sumber: AntaraNews