Unhas Tambah Alat Jumper Antisipasi Joki UTBK SNBT
Untuk pelaksanaan UTBK SBNT kali ini akan diikuti 18.971 peserta dan Unhas menyiapkan 43 ruang di 15 lokasi.
Universitas Hasanuddin mengantisipasi adanya joki Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SBNT) dengan menambah alat jumper.
Untuk pelaksanaan UTBK SBNT kali ini akan diikuti 18.971 peserta dan Unhas menyiapkan 43 ruang di 15 lokasi.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin mengatakan pelaksanaan UTBK SBNT tahun 2026 dilaksanakan mulai 21-30 April 2026. Setidaknya terdapat 18.971 peserta UTBK SBNT.
"Jadi kita diberi ruang sebanyak 16 sesi. Kemudian ada pun lokasi, kita untuk di Unhas ada dua lokasi, Kampus Tamalanrea 12 lokasi, Kampus Gowa ada 3 lokasi. Masing-masing dengan 43 ruang ujian UTBK. Jadi total 15 lokasi. Kemudian jumlah peserta yang ikuti UTBK itu di unhas total 18.971 peserta," ujarnya kepada wartawan di Ruang Senat Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, Selasa (21/4).
Ruslin mengaku untuk pelaksanaan UTBK SBNT tahun 2026, pihaknya mengantisipasi adanya kecurangan, termasuk penggunaan joki. Salah satu antisipasi kecurangan, yakni dengan menambah alat jumper di ruang ujian.
"Kita melakukan penambahan jumper untuk meng-cover semua ruang ujian. Tadi bapak rektor langsung menguji kelayakan fungsi dari jumper di masing-masing lokasi," tuturnya.
Tak Pernah Ada Kecurangan
Selain pemasangan alat jumper, kata Ruslin, panitia UTBK SBNT juga memperkuat pengadaan alat tulis kantor (ATK), buku saku pedoman bagi peserta, penanggungjawab lokasi dan juga pengawas.
"Kemudian tentu kita selalu koordinasi dengan mitra untuk dukungan infrastruktur seperti air listrik dan telekomunikasi untuk kita terus di-backup," ucapnya.
Sementara Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa menegaskan pelaksanaan UTBK SBNT bisa berjalan aman dan nyaman bagi peserta. Prof JJ juga menegaskan sudah mengantisipasi kecurangan, khususnya penggunaan joki.
"Dari tahun ke tahun, hampir tidak pernah ada tahun di mana tidak ada kecurangan," kata dia.
Prof JJ mengaku menggandeng kepolisian untuk mencegah adanya kecurangan pelaksanaan UTBK SBNT.
"Sekali lagi menjaga anak-anak kita dari perasaan ataukah pikiran yang terganggu akibat adanya pihak-pihak yang berusaha untuk curang di dalam ujian," kata dia.