Akademisi Unhas: Pete-pete Laut Makassar Wujudkan Pemerataan Pembangunan di Pulau
Akademisi Universitas Hasanuddin menilai program Pete-pete Laut Makassar gratis merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan memperkuat konektivitas di wilayah kepulauan.
Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Adi Suryadi Culla, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dalam menghadirkan "pete-pete" laut gratis. Program transportasi umum laut ini dinilai sebagai upaya konkret untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di daratan dan kepulauan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas bagi warga yang tinggal di pulau-pulau terpencil.
Suryadi Culla, yang juga menjabat sebagai Ketua Center for Information and Development Studies (CIDES) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa "pete-pete" laut adalah solusi cerdas. Program ini secara langsung menyentuh permasalahan pokok yang dihadapi oleh masyarakat pulau di wilayah tersebut. Inisiatif ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kota terhadap kebutuhan mendesak warganya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggagas program ini sebagai bentuk dukungan nyata. Selama ini, masyarakat kepulauan sering menghadapi berbagai keterbatasan akses yang menghambat perkembangan mereka. Dengan adanya transportasi laut gratis, diharapkan kesenjangan pembangunan dapat diminimalisir secara signifikan.
Pete-pete Laut: Solusi Konektivitas dan Pemerataan Pembangunan
Dr. Adi Suryadi Culla menegaskan bahwa kehadiran kapal "pete-pete" laut antar-pulau merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah memperkuat konektivitas masyarakat kepulauan dan menghadirkan pemerataan pelayanan publik hingga ke wilayah terluar Kota Makassar. Ini bukan sekadar menyediakan angkutan, tetapi membangun akses yang lebih setara bagi warga.
Program Pete-pete Laut Makassar dinilai sebagai solusi yang menyentuh inti permasalahan warga pulau. Keterbatasan akses menjadi hambatan utama bagi masyarakat kepulauan, bukan hanya karena jarak geografis. Namun, juga karena minimnya konektivitas yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan.
Keberpihakan Pemerintah Kota Makassar melalui program ini sangat vital. Masyarakat kepulauan selama ini menghadapi tantangan besar dalam menjangkau layanan dasar. Oleh karena itu, "pete-pete" laut menjadi jembatan untuk mengatasi keterbatasan tersebut dan memastikan hak-hak dasar warga terpenuhi.
Mengatasi Keterbatasan Akses: Dampak Positif Pete-pete Laut
Persoalan utama yang dihadapi masyarakat pulau bukan hanya terkait dengan jarak geografis, melainkan juga keterbatasan konektivitas. Kondisi ini berdampak langsung pada akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi. Selain itu, pelayanan administrasi pemerintahan juga ikut terhambat akibat isolasi.
Suryadi Culla menilai kehadiran "pete-pete" laut sebagai langkah konkret mewujudkan keadilan pembangunan antar-wilayah. Ini adalah upaya nyata pemerintah untuk memastikan semua warga negara mendapatkan akses yang sama. Program ini menunjukkan komitmen untuk tidak meninggalkan satu pun warganya.
Transportasi merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat pulau. Kelancaran mobilitas warga sangat menentukan kemudahan mereka dalam menjangkau sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar. Selain itu, akses ke pusat pelayanan pemerintahan dan berbagai aktivitas sosial-ekonomi juga bergantung pada ketersediaan transportasi yang memadai.
Transportasi sebagai Urat Nadi Peningkatan Kualitas Hidup
Penguatan konektivitas menjadi salah satu kunci penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan. Ketika akses transportasi terbatas, kesempatan untuk memperoleh layanan dasar juga menjadi sangat terbatas. Hal ini menciptakan siklus kesulitan bagi penduduk pulau.
Sebaliknya, ketika konektivitas diperkuat, peluang ekonomi akan tumbuh secara signifikan. Pelayanan publik menjadi lebih mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Kondisi ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup warga kepulauan.
Dr. Adi Suryadi Culla memuji program "pete-pete" laut ini sebagai solusi cemerlang yang dilakukan Wali Kota Makassar. Program ini tidak hanya menyediakan kapal angkutan, tetapi juga membangun fondasi akses yang lebih setara. Dengan demikian, masyarakat kepulauan dapat menikmati hak-hak dasar mereka sebagai warga negara sepenuhnya.
Sumber: AntaraNews