Hemat Rp150 Ribu! Bakeuda Babel Permudah Pembayaran Pajak Pulau Terpencil, Warga Tak Perlu Menyeberang
Bakeuda Babel hadirkan inovasi Pembayaran Pajak Pulau Terpencil, mudahkan warga di daerah sulit terjangkau. Program ini hemat biaya dan waktu, terutama saat pemutihan pajak, membuat pembaca penasaran.
Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Mereka melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor langsung di pulau-pulau terpencil, sebuah inisiatif yang sangat dinantikan warga.
Program inovatif ini bertujuan memudahkan penduduk di daerah sulit terjangkau, seperti Kecamatan Selat Nasik, Belitung. Tujuannya agar mereka dapat memenuhi kewajiban pajaknya tanpa hambatan. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan pajak menjangkau seluruh wilayah Provinsi Babel secara merata.
Kepala Bakeuda Provinsi Babel, Muhammad Haris, menyatakan pelayanan ini bagian dari upaya menjaga kesinambungan program. Program tersebut telah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan berdampak positif pada pendapatan daerah.
Inovasi Pelayanan Pajak di Daerah Sulit Jangkau
Bakeuda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berinovasi dengan menghadirkan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor langsung ke pulau-pulau terpencil. Inisiatif ini dirancang khusus untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses kantor pelayanan pajak di daratan utama.
Muhammad Haris menegaskan komitmen pihaknya untuk melanjutkan program ini, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh transportasi darat. "Ini kita lakukan termasuk daerah-daerah pulau yang sulit dijangkau transportasi darat," ujarnya.
Program Pembayaran Pajak Pulau Terpencil ini telah terbukti efektif dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Warga di pulau-pulau kecil dan terpencil kini dapat membayar pajak tanpa harus menyeberang, yang sebelumnya memakan waktu dan biaya.
Melalui program ini, Bakeuda Babel berharap warga semakin tertib melaksanakan kewajiban membayar pajak. Kepatuhan pajak yang meningkat secara langsung akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.
Manfaat Langsung bagi Warga Pulau Terpencil
Salah satu warga Selat Nasik, Suryani (63), mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran program pembayaran pajak di pulau terpencil. Ia merasa sangat terbantu, terutama karena bertepatan dengan pelaksanaan pemutihan pajak kendaraan bermotor.
Suryani menjelaskan bahwa kendaraannya sempat menunggak pajak sejak tahun 2023 karena rusak dan baru kembali digunakan setelah diperbaiki. "Senang dengan program pemutihan pajak karena kami hanya cukup bayar setahun dan ini meringankan beban kami," katanya.
Selain keringanan pajak, Suryani juga mengapresiasi kehadiran Bakeuda Babel yang mendekatkan layanan. Ia menyoroti penghematan waktu dan biaya yang signifikan. "Ini jelas lebih hemat waktu dan biaya karena untuk biaya menyeberang ke Tanjungpandan biasanya diperlukan biaya sekitar Rp150.000, belum termasuk konsumsi dan kebutuhan lainnya," tambahnya.
Penghematan biaya transportasi dan waktu ini menjadi bukti nyata efektivitas program. Warga tidak lagi perlu mengeluarkan uang dan tenaga ekstra hanya untuk memenuhi kewajiban pajak mereka.
Harapan untuk Keberlanjutan Program
Melihat manfaat besar yang dirasakan, Suryani berharap program pelayanan pembayaran pajak di pulau-pulau terpencil dapat dilaksanakan secara berkala. Hal ini akan memastikan lebih banyak warga mendapatkan kemudahan yang sama.
Keberlanjutan program ini akan memungkinkan warga lain yang mungkin belum sempat membayar pajak pada kesempatan ini untuk turut serta di waktu berikutnya. Dengan demikian, tingkat kepatuhan pajak di daerah terpencil dapat terus meningkat.
Bakeuda Babel berkomitmen untuk terus menjaga kesinambungan program ini sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat. Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat mengatasi tantangan geografis demi kesejahteraan warganya.
Sumber: AntaraNews