Unhas Perkuat Pemberdayaan Perikanan Pesisir Selayar: Tingkatkan Nilai Tambah dan Tata Kelola Keuangan
Universitas Hasanuddin (Unhas) gencar melakukan pemberdayaan perikanan pesisir di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada penguatan ekosistem mangrove dan tata kelola keuangan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberdayakan kelompok usaha perikanan pesisir di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Program ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni, di Makassar, dengan fokus pada ekosistem mangrove.
Pemberdayaan ini penting untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan dan memperbaiki tata kelola keuangan para pelaku usaha. Ketua Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) Unhas, Abd Rasyid, menekankan pentingnya pendekatan terpadu yang menghubungkan aspek lingkungan, ekonomi, dan manajemen usaha.
Melalui program ini, Unhas berharap kelompok usaha perikanan di Desa Bontosunggu dapat mengembangkan usaha yang lebih produktif. Hal ini sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan memperkuat daya saing lokal.
Tantangan dan Potensi Sumber Daya Kelautan Selayar
Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar. Namun, potensi ini belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.
Sebagian besar pelaku usaha perikanan skala kecil di wilayah tersebut masih menghadapi berbagai kendala signifikan. Tantangan ini meliputi rendahnya nilai tambah produk dan keterbatasan akses terhadap pengelolaan usaha modern.
Selain itu, sistem pencatatan dan pengelolaan keuangan yang masih lemah menjadi faktor pembatas pertumbuhan usaha. Kondisi ini secara langsung memengaruhi daya saing kelompok usaha masyarakat pesisir.
Keberadaan ekosistem mangrove memiliki peran krusial tidak hanya dari sisi konservasi lingkungan. Mangrove juga memberikan nilai ekonomi besar karena mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat pesisir.
Pendekatan Terpadu Unhas untuk Keberlanjutan Usaha
Menyikapi kondisi tersebut, Tim Pengabdian Unhas merancang sebuah program komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek produksi. Program ini juga bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dan literasi keuangan masyarakat.
Kesadaran lingkungan juga menjadi pilar penting dalam pendekatan ini, khususnya terkait pelestarian ekosistem pesisir. Kualitas ekosistem pesisir, terutama kawasan mangrove, sangat memengaruhi keberlanjutan usaha perikanan.
Mangrove berfungsi sebagai habitat vital bagi berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya, menjadikannya kunci keberlangsungan ekosistem. Oleh karena itu, perlindungan dan pengelolaan mangrove menjadi prioritas dalam program ini.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing usaha perikanan lokal di Kepulauan Selayar. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi komunitas pesisir.
Sumber: AntaraNews