UMI Berjaya: 85 Judul Hibah BIMA Kemendiktisaintek 2026 Lolos, Perkuat Riset Nasional

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berhasil meloloskan 85 judul hibah nasional Program BIMA Kemendiktisaintek 2026, menandai penguatan signifikan budaya riset dan pengabdian masyarakat di lingkungan kampus.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
UMI Berjaya: 85 Judul Hibah BIMA Kemendiktisaintek 2026 Lolos, Perkuat Riset Nasional
Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berhasil meloloskan 85 judul hibah nasional Program BIMA Kemendiktisaintek 2026, menandai penguatan signifikan budaya riset dan pengabdian masyarakat di lingkungan kampus. (AntaraNews)

Makassar, 11 April (ANTARA) – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, telah mencatatkan prestasi gemilang dengan meloloskan sebanyak 85 judul hibah nasional. Hibah ini berasal dari Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk Tahun 2026. Capaian luar biasa ini menjadi indikator kuat bahwa budaya riset dan pengabdian berbasis kebermanfaatan terus tumbuh subur dalam ekosistem akademik UMI.

Rektor UMI, Prof. Dr. Hambali Thalib, di Makassar pada hari Sabtu, menyatakan rasa syukur atas kepercayaan negara kepada UMI. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya tentang jumlah hibah yang diperoleh, melainkan juga kualitas gagasan, kejujuran akademik, serta komitmen untuk menghadirkan ilmu yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Prestasi ini merefleksikan dedikasi UMI dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dari total judul yang lolos, sebanyak 54 judul penelitian berhasil memperoleh pendanaan melalui berbagai skema strategis Kemendiktisaintek. Skema tersebut meliputi Penelitian On Going Tahun ke-2, Penelitian Pascasarjana, Penelitian Fundamental Reguler, Penelitian Prototype, serta Penelitian Dosen Pemula. Sementara itu, pada sektor pengabdian kepada masyarakat, UMI mencatat 31 judul pengabdian yang sukses didanai, mencakup skema Pemberdayaan Desa Binaan, Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa, dan Program Inovasi Seni Nusantara.

Pencapaian UMI dalam Program BIMA Kemendiktisaintek ini menunjukkan peningkatan signifikan, baik secara kuantitas maupun kualitas, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Rektor UMI menjelaskan bahwa relevansi dan daya saing proposal yang diajukan oleh para dosen UMI semakin kuat di tingkat nasional. Hal ini membuktikan bahwa inovasi dan gagasan dari UMI memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan.

Meningkatnya jumlah proposal yang lolos, termasuk dari kalangan dosen pemula, menjadi sinyal positif bagi masa depan riset UMI. Ini mengindikasikan bahwa riset di UMI akan semakin inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Kampus ini terus mendorong pengembangan kapasitas riset bagi seluruh civitas akademika, memastikan regenerasi peneliti yang berkualitas.

Prof. Dr. Hambali Thalib menekankan bahwa budaya akademik di UMI semakin hidup dan berkembang. Ia mendorong agar setiap riset yang dilakukan tidak berhenti pada laporan semata. Sebaliknya, riset diharapkan mampu melahirkan publikasi bermutu, inovasi yang relevan, hilirisasi hasil penelitian, serta solusi konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini adalah wujud nyata UMI sebagai kampus yang tidak hanya bereputasi, tetapi juga berdampak.

Selain fokus pada penelitian, UMI juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengabdian kepada masyarakat melalui Program BIMA Kemendiktisaintek. Dengan 31 judul pengabdian yang didanai, UMI aktif terlibat dalam berbagai inisiatif pemberdayaan. Program-program ini dirancang untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi komunitas di sekitarnya, serta memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat.

Skema pengabdian yang didanai mencakup Pemberdayaan Desa Binaan, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi desa melalui inovasi. Ada pula Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk solusi komprehensif. Selain itu, program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa serta Program Inovasi Seni Nusantara juga menjadi bukti nyata kontribusi UMI dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berbudaya.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI serta Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI. Kedua lembaga ini dinilai berperan strategis dalam memberikan pendampingan intensif kepada para dosen dan peneliti. Dukungan ini sangat krusial dalam menyusun proposal berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan akhirnya lolos pendanaan. Ini menunjukkan kerja sama tim yang solid di UMI.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi