Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyerahkan ijazah almarhum wisudawan patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Penyerahan ini dilakukan kepada orang tua Abdul Rohid dalam Wisuda ke-133 ITS yang berlangsung di Grha Sepuluh Nopember, Surabaya, pada Sabtu.
Acara haru ini menjadi bentuk penghormatan negara atas dedikasi mendiang Abdul Rohid. Ia merupakan anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang mengabdi di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah. Pengabdiannya bahkan membuatnya menunda wisuda sejak September 2025.
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, turut menyampaikan duka mendalam sekaligus kebanggaan atas keteladanan almarhum. Kehadiran kedua orang tua almarhum di Grha Sepuluh Nopember menambah suasana haru pada prosesi wisuda tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kisah Inspiratif Abdul Rohid: Dedikasi Akademik dan Pengabdian Bangsa
Abdul Rohid adalah lulusan program studi D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi, Departemen Teknik Instrumentasi Fakultas Vokasi ITS. Ia berhasil menyelesaikan studinya dalam delapan semester dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,58 dan predikat cumlaude.
Semangat pengabdiannya tak diragukan lagi. Ia bergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dan rela menunda wisudanya demi menjalankan tugas mulia tersebut. Pengabdiannya berlokasi di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah.
Sayangnya, selama masa pengabdian bersama TEP, kondisi kesehatan Rohid menurun drastis hingga akhirnya wafat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan institusi, sekaligus menjadi teladan tentang nilai-nilai pengabdian dan kemanusiaan.
Advertisement
Advertisement
Penghargaan Negara dan Dukungan Berkelanjutan bagi Keluarga
Sebagai bentuk perhatian dan penghargaan, Kementerian Transmigrasi (Mentrans) memberikan beasiswa pendidikan kepada adik almarhum. Beasiswa ini akan menanggung biaya pendidikan sang adik hingga lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Tidak hanya itu, ITS juga berkomitmen memberikan pendampingan pendidikan lanjutan bagi adik Abdul Rohid. Ini menunjukkan dukungan penuh dari institusi pendidikan terhadap keluarga pahlawan pengabdian tersebut.
Keluarga almarhum turut menyerahkan prototipe “Smart Air Purifier and Humidifier” karya Abdul Rohid kepada ITS. Penyerahan ini menjadi bukti kontribusi akademik dan inovasi yang telah mengharumkan nama kampus.
Advertisement
Gelar Sarjana Terapan Teknik (STrT) yang diberikan secara anumerta menjadi simbol tuntasnya pengabdian akademik dan sosial almarhum. Hal ini juga memperkuat kontribusi ITS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi.
Sumber: AntaraNews