Trivia: Panen Udang Melimpah, Inovasi Tambak Mangrove Unmul Berdayakan Petambak Pesisir Kukar
Universitas Mulawarman (Unmul) menghadirkan Inovasi Tambak Mangrove Unmul yang revolusioner di Kutai Kartanegara, tak hanya tingkatkan panen tapi juga lestarikan lingkungan. Bagaimana caranya?
Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pendekatan inovatif. Mereka berhasil mengimplementasikan metode budidaya perikanan berbasis lingkungan yang dikenal sebagai silvofishery di Desa Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Pendekatan ini secara efektif memadukan area tambak dengan ekosistem mangrove, menciptakan sinergi yang menguntungkan. Metode ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas hasil panen udang dan ikan, tetapi juga secara signifikan berkontribusi pada rehabilitasi serta pelestarian lingkungan mangrove yang vital.
Menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unmul, Profesor Esti Handayani Hardi, inovasi ini telah mengubah lahan tambak menjadi model percontohan. Model tersebut terbukti produktif secara ekonomi dan sekaligus tangguh dari sisi ekologi, memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Silvofishery: Harmoni Ekonomi dan Ekologi Pesisir
Kolaborasi antara Unmul dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Salo Sumbala menjadi kunci keberhasilan pengembangan model silvofishery ini. Sistem ini dirancang untuk menjaga kualitas air tambak, memperkuat struktur tanggul, dan menyediakan habitat alami yang ideal bagi berbagai biota perairan.
Program pemberdayaan ini sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2005, dengan fokus awal pada rehabilitasi mangrove. Upaya ini kemudian diperkuat secara signifikan antara tahun 2021 hingga 2022, berkat skema pendanaan Matching Fund bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
Dukungan dana tersebut memungkinkan pembangunan demplot percontohan yang menjadi bukti nyata efektivitas metode ini. Pendampingan riset dan teknologi dari Unmul telah mengubah lahan tambak tradisional menjadi sistem yang lebih berkelanjutan dan produktif.
Penerapan Inovasi Tambak Mangrove Unmul ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Model Budidaya dan Hasil Panen yang Menggembirakan
Pokdakan Salo Sumbala menerapkan dua model utama budidaya silvofishery yang disesuaikan dengan kondisi lahan. Model pertama adalah model tradisional, di mana pohon mangrove ditanam di tengah hamparan tambak, menciptakan ekosistem yang terintegrasi.
Model kedua adalah ekstensif, dengan penanaman mangrove dilakukan di sepanjang tanggul tambak, berfungsi sebagai pelindung dan penstabil. Keberadaan vegetasi mangrove ini terbukti sangat efektif sebagai tempat berlindung bagi komoditas bernilai tinggi seperti udang, kepiting, dan bandeng, yang merupakan komoditas utama di wilayah pesisir.
Hasil panen dari Inovasi Tambak Mangrove Unmul ini sangat menggembirakan. Petambak mampu memanen udang hingga 50 kilogram dalam satu siklus budidaya, bahkan pada musim-musim tertentu hasil panen dapat mencapai satu kuintal. Selain udang, kelompok ini juga berhasil mengembangkan budidaya kepiting dan rumput laut, yang semakin mendiversifikasi sumber pendapatan mereka.
Inovasi Nurseripon: Tingkatkan Kelangsungan Hidup Larva Udang
Untuk lebih meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya, Unmul juga memperkenalkan inovasi teknologi berupa nurseripon. Nurseripon adalah kolam transit khusus yang dirancang untuk proses adaptasi larva udang sebelum dilepaskan ke tambak utama.
Teknologi sederhana ini terbukti sangat efektif dalam menekan angka kematian larva udang yang sering terjadi akibat perubahan kualitas air yang ekstrem. Dengan nurseripon, larva memiliki waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga lebih siap menghadapi kondisi tambak.
Menurut Prof. Esti, inovasi nurseripon ini secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup udang. Larva menjadi lebih adaptif terhadap lingkungan tambak, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan hasil panen keseluruhan. Inovasi Tambak Mangrove Unmul ini menunjukkan komitmen Unmul dalam mendukung produktivitas petambak.
Sumber: AntaraNews