Komnas PA Soroti Pengawasan Taman Jakarta Pusat Pasca Kasus Perundungan dan Sengatan Listrik
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyoroti kelaikan dan sistem pengawasan taman Jakarta Pusat, khususnya Taman Kramat Pulo, setelah kasus perundungan yang menyebabkan seorang anak tersengat listrik dan sempat koma.
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta menyoroti serius kondisi pengawasan di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Taman ini menjadi lokasi kejadian perkara (TKP) kasus perundungan seorang anak berinisial MWP (6) yang berujung pada sengatan listrik. Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menekankan pentingnya evaluasi total terhadap fasilitas publik tersebut.
Kasus perundungan ini melibatkan dua remaja yang menyeret MWP ke tiang listrik yang ternyata memiliki aliran bocor, menyebabkan korban pingsan dan sempat koma. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu, 7 Juni, dan terekam dalam rekaman CCTV di area taman. Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian ini dan menuntut keadilan.
Selain fokus pada penegakan hukum bagi para pelaku, Komnas PA juga menuntut pertanggungjawaban dari pengelola fasilitas publik. Mereka mempertanyakan standar keamanan taman yang seharusnya ramah anak namun justru membahayakan keselamatan pengunjung. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sorotan Komnas PA terhadap Fasilitas Taman
Cornelia Agatha menyatakan bahwa pihaknya berencana berkoordinasi dengan pengelola taman untuk membahas masalah keamanan. Ia mengkritisi bahwa sebuah taman bermain anak seharusnya aman, namun faktanya tidak demikian. Penataan tiang listrik yang buruk adalah salah satu fasilitas yang dinilai membahayakan anak-anak.
Menurut Komnas PA, ruang publik tidak dapat diklaim sebagai fasilitas ramah anak jika sarana dan sistem pengawasannya abai terhadap keselamatan. Potensi bahaya yang ada di taman menunjukkan bahwa tempat tersebut belum memenuhi standar keamanan yang semestinya. Hal ini memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang.
Cornelia menegaskan bahwa taman yang berpotensi mencelakakan anak tidak bisa disebut ramah anak. Oleh karena itu, evaluasi total dan perbaikan segera harus dilakukan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa insiden serupa tidak terulang di kemudian hari dan anak-anak dapat bermain dengan aman.
Kronologi Kasus Perundungan dan Sengatan Listrik
Seorang anak berusia 6 tahun, MWP, dari Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat, sempat mengalami koma setelah diduga menjadi korban persekusi dua remaja. Nenek korban, Linda Reselin, mengungkapkan bahwa cucunya dirawat di RSCM setelah tersengat listrik. MWP kini sudah sadar, namun masih menunjukkan rasa takut saat bertemu orang lain.
Linda menjelaskan bahwa penyiksaan terjadi pada Minggu, 7 Juni. Berdasarkan rekaman CCTV, dua remaja membawa MWP dan menyeretnya ke tiang listrik. Tiang listrik di area Taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengalami kebocoran aliran listrik.
Akibatnya, MWP tersengat listrik, kejang-kejang, dan pingsan. Linda melihat langsung rekaman CCTV yang menunjukkan cucunya dipersekusi oleh dua orang berinisial LNG dan RVN. Insiden ini menyoroti bahaya tersembunyi di fasilitas publik yang seharusnya aman bagi anak-anak.
Pentingnya Peran Orang Tua dan Evaluasi Menyeluruh
Selain menuntut perbaikan dari pengelola taman, Komnas PA DKI Jakarta juga mengingatkan para orang tua. Kasus ini harus menjadi "alarm penting" dalam pola asuh (parenting) anak. Pengawasan ketat di lingkungan bermain menjadi kunci utama untuk mencegah anak-anak menjadi pelaku maupun korban kekerasan.
Orang tua memiliki peran krusial dalam memastikan keselamatan anak-anak mereka, terutama saat berada di ruang publik. Memantau aktivitas anak dan lingkungan sekitar dapat membantu mengidentifikasi potensi bahaya. Kesadaran dan kewaspadaan kolektif sangat dibutuhkan.
Evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan dan pengawasan di semua taman kota menjadi prioritas. Pemerintah daerah dan pengelola fasilitas publik harus bekerja sama dengan Komnas PA. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan bermain yang benar-benar aman dan nyaman bagi seluruh anak-anak.
Sumber: AntaraNews