Sentra Satria Gelar Edukasi Pengasuhan Anak Jelang Hari Kartini, Tingkatkan Pemahaman Orang Tua
Sentra Satria Baturraden menggelar rangkaian kegiatan edukasi pengasuhan anak sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini, bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang buah hati.
Sentra Satria Baturraden, sebuah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, aktif menyelenggarakan program edukasi pengasuhan anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak mereka.
Kepala Sentra Satria Baturraden, Darmanto, menjelaskan bahwa rangkaian acara diawali dengan lomba mewarnai yang diikuti peserta dari jenjang PAUD, taman kanak-kanak, hingga siswa sekolah dasar kelas awal. Lomba ini menjadi pembuka serangkaian kegiatan yang berfokus pada pengembangan potensi anak dan peningkatan kesadaran orang tua.
Selain kegiatan yang berorientasi pada anak, Sentra Satria juga memberikan penyuluhan komprehensif kepada para orang tua mengenai pola pengasuhan yang tepat. Materi penyuluhan mencakup aspek penting seperti tumbuh kembang anak serta pengenalan minat dan bakat sejak usia dini.
Pentingnya Pola Asuh Tepat untuk Tumbuh Kembang Anak
Edukasi pengasuhan anak ini dinilai krusial untuk meningkatkan pemahaman keluarga dalam mendampingi anak-anak mereka. Salah satu fokus utama adalah menyikapi penggunaan gawai agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan anak. Darmanto menegaskan bahwa pengasuhan bukan sekadar memberikan ponsel agar anak diam, melainkan tentang bagaimana orang tua memahami kebutuhan dan perkembangan buah hati.
Penyuluhan yang diberikan mencakup berbagai dimensi pengasuhan, mulai dari stimulasi dini hingga pembentukan karakter. Orang tua diajak untuk lebih peka terhadap sinyal-sinyal yang ditunjukkan anak, baik dalam aspek kognitif, emosional, maupun sosial. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan keluarga yang suportif dan kondusif untuk pertumbuhan optimal.
Program ini juga menyoroti pentingnya komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Membangun dialog terbuka sejak dini dapat membantu anak merasa didengar dan dihargai, yang pada gilirannya akan memperkuat ikatan keluarga. Sentra Satria percaya bahwa investasi dalam edukasi pengasuhan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus.
Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Kartini dan Bakti Sosial
Rangkaian peringatan Hari Kartini oleh Sentra Satria tidak berhenti pada lomba mewarnai dan edukasi pengasuhan anak. Kegiatan akan berlanjut pada pekan berikutnya dengan layanan donor darah bagi masyarakat sekitar, yang merupakan agenda rutin setiap tiga bulan sekali.
Puncak peringatan Hari Kartini pada tanggal 21 April akan dimeriahkan dengan upacara yang unik, di mana peserta akan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Sentra Satria juga akan memberikan apresiasi khusus bagi peserta dengan busana terbaik, mendorong kreativitas dan pelestarian budaya Indonesia. Acara ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebangsaan dan penghargaan terhadap keberagaman.
Selain itu, Sentra Satria telah merencanakan kegiatan bakti sosial yang akan dilaksanakan pada 20 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Bakti sosial ini akan menyasar tiga wilayah, yaitu Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes, menunjukkan jangkauan layanan sosial yang luas.
Keterlibatan Komunitas dan Dukungan Disabilitas
Dalam setiap pelaksanaan programnya, Sentra Satria melibatkan berbagai unsur, termasuk pegawai, masyarakat, serta penerima manfaat. Keterlibatan ini menciptakan sinergi yang kuat dan memastikan program berjalan efektif serta relevan dengan kebutuhan komunitas. Pendekatan inklusif ini menjadi salah satu pilar utama Sentra Satria.
Salah satu kelompok penerima manfaat yang aktif terlibat adalah anak-anak penyandang disabilitas yang mengikuti program magang dan vokasional. Saat ini, terdapat delapan anak disabilitas asal Kabupaten Purbalingga yang mengikuti program tersebut, dengan berbagai ragam disabilitas seperti disabilitas intelektual dan tunarungu wicara. Program ini memberikan kesempatan berharga bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian.
Darmanto berharap bahwa melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Sentra Satria Baturraden dapat terus meningkatkan perannya dalam memberikan layanan sosial. Harapan besar juga disematkan agar Sentra Satria mampu memperkuat dukungan terhadap keluarga dan anak, sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Sumber: AntaraNews