Mentrans Pastikan Keterwakilan Anak Transmigran dalam TEP 2026: Prioritas Seleksi di Kampus Mitra
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmennya untuk memastikan keterwakilan anak transmigran dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, dengan memberikan prioritas seleksi.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengumumkan komitmennya. Ia memastikan adanya keterwakilan anak atau keturunan transmigran dalam Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Prioritas ini diberikan untuk menjaga keberlanjutan program.
Pengumuman ini disampaikan di Jakarta pada Selasa (27/5), menyoroti pentingnya peran generasi muda transmigran. Sebanyak 394 calon peserta TEP 2026 merupakan keturunan transmigran dari total 10.539 pendaftar. Angka ini mencapai sekitar 4 persen dari keseluruhan pelamar.
Para pendaftar keturunan transmigran akan memperoleh prioritas khusus dalam seleksi. Namun, mereka tetap harus memenuhi standar kelulusan yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan seleksi tetap mengedepankan kualitas dan kompetensi.
Prioritas Seleksi dan Standar Kelulusan TEP 2026
Mentrans Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa prioritas bagi keturunan transmigran bukanlah jaminan otomatis kelulusan. Setiap calon peserta wajib memenuhi standar seleksi yang berlaku. Hal ini untuk memastikan kualitas dan kapabilitas peserta.
Proses seleksi ketat akan dilaksanakan oleh sejumlah kampus mitra terkemuka di Indonesia. Kampus-kampus tersebut meliputi Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Airlangga (Unair), IPB University, Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Keterlibatan kampus-kampus ini menjamin objektivitas seleksi.
Tahapan seleksi mencakup administrasi, wawancara, serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Proses seleksi ini dijadwalkan berlangsung hingga awal Juni 2026. Hanya sekitar 1.200 orang yang akan berhasil lolos hingga tahap akhir program.
Dalam situasi nilai akhir yang sama antar calon peserta, pendaftar dengan latar belakang keluarga transmigran akan menjadi prioritas utama untuk diterima. Kebijakan ini merupakan bentuk afirmasi positif dari Kementerian Transmigrasi. Hal ini memastikan kuota keterwakilan anak transmigran tetap terpenuhi.
Pembekalan dan Penugasan Peserta Ekspedisi Patriot
Setelah dinyatakan lolos seleksi, para peserta TEP 2026 akan menjalani serangkaian pelatihan intensif. Pelatihan ini akan diselenggarakan di kampus mitra pilihan masing-masing peserta. Materi pelatihan mencakup program pengabdian masyarakat yang akan dijalankan.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pengenalan mendalam mengenai lingkungan penugasan mereka. Pembekalan juga mencakup keterampilan penting seperti emergency response and survival skills. Keterampilan ini krusial untuk mengantisipasi berbagai situasi, termasuk bencana alam.
Para peserta nantinya akan ditugaskan ke 53 kawasan transmigrasi yang berbeda di seluruh Indonesia. Setiap tim akan didampingi oleh seorang ketua tim yang berpengalaman. Total partisipan Tim Ekspedisi Patriot 2026 akan berjumlah 1.400 orang, termasuk ketua tim.
Pembekalan akhir direncanakan pada akhir Juli, sebelum para peserta dilepas secara resmi. Mentrans Iftitah menyatakan bahwa pelepasan peserta TEP 2026 kemungkinan besar akan dilakukan pada tanggal 31 Juli. Mereka akan langsung menuju kawasan transmigrasi tujuan.
Sumber: AntaraNews