Program Baru Transmigrasi Dimulai, Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot Resmi Dibuka
Tim Ekspedisi Patriot akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia untuk melakukan penelitian.
Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 resmi dibuka pada 1 Mei 2026. Program unggulan Kementerian Transmigrasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transformasi transmigrasi melalui aksi langsung di lapangan, guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Tim Ekspedisi Patriot akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia untuk melakukan penelitian, pendampingan, serta pembinaan masyarakat transmigran.
Kehadirannya dinilai mampu memperkuat peran negara sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan karena manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Saya banyak mendapatkan laporan juga bahwa kita bersyukur kehadiran Tim Ekspedisi Patriot di kawasan-kawasan transmigrasi sendiri mengobati kerinduan masyarakat lokal akan hadirnya negara dan pemerintah,” kata Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Jumat (1/5).
Fokus Program
Ifititah menegaskan, fokus program saat ini bukan lagi sebatas pemetaan, melainkan aksi nyata yang berdampak langsung.
"Kalau kemarin 154 adalah riset dan pemetaan potensi ekonomi, kalau sekarang adalah pemberdayaan dan pendampingan masyarakatnya. Jadi lebih kepada aksi nyatanya di lapangan," tegasnya.
"Kalau tadi infrastruktur misalkan contohnya apa yang kurang? Jalan, nanti kita akan bangun jalan. Terus kemudian air, kita akan hadirkan air bersih di lokasi-lokasi kawasan transmigrasi," sambungnya.
Berkontribusi
Bagi masyarakat yang mempunyai semangat berkontribusi, dan ingin terjun langsung menjadi bagian dari perubahan serta pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia Segera daftarkan diri melalui link https://tep.transmigrasi.go.id/
Dalam pelaksanaannya, Tim Ekspedisi Patriot akan ditempatkan di berbagai kawasan strategis. Seperti Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional :
Selaut (Aceh), Lunang Silaut dan Muara Takung–Kamang Baru (Sumatera Barat), Telang, Kikim, Parit Rambutan (Sumatera Selatan), Lagita (Bengkulu).
Rasau Jaya dan Sekayam–Entikong (Kalimantan Barat), Lamunti Dadahup (Kalimantan Tengah), Selaparang (NTB), Tasifeto–Mandeu (NTT), Tobadak (Sulawesi Barat), Bungku (Sulawesi Tenggara), Mahalona (Sulawesi Selatan), hingga Pulau Bacan (Maluku Utara).
Kawasan Transmigrasi di Papua yakni
Bomberay–Tomage, Prafi, Weri–Saharey, Momiwaren, Werianggi–Werabur, dan Lereh. Kawasan Prioritas Nasional di Papua yaitu Klamono–Segun, Senggi, Muting, dan Salor.
"Kawasan Prioritas Kementerian Barelang (Kepulauan Riau) dan Bahari Tomini Raya (Sulawesi Tengah)," ucapnya.
Berbagai Kalangan
Program ini terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan lulusan 10 perguruan tinggi yang telah kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi.
"Proses seleksi dilakukan secara kolaboratif untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin berkontribusi membangun kawasan transmigrasi," ujarnya.
Program ini juga mendapat respons positif dari berbagai pemerintah daerah dan masyarakat. Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot dinilai menjadi harapan baru dalam mempercepat pembangunan di kawasan transmigrasi.
“Banyak juga respons yang sangat positif dari kepala-kepala daerah terkait dengan kehadiran Tim Ekspedisi Patriot ini. Kehadiran mereka betul-betul dinantikan, kami juga mendapat surat serupa, ada puluhan juga, ini dari orang tua yang ingin bergabung dengan Tim Ekspedisi Patriot,” ujarnya.
Dengan dibukanya pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot, Kementerian Transmigrasi mengajak generasi muda Indonesia untuk turut ambil bagian dalam membangun negeri dari kawasan transmigrasi, menghadirkan kesejahteraan, dan memastikan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia. (RDP).