Dislutkan Kalteng dan OJK Bersinergi Optimalkan Pengembangan Ekonomi Biru Kalimantan Tengah
Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Tengah bersama OJK memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan, berfokus pada pengembangan ekonomi biru berkelanjutan di wilayah tersebut.
Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan pembangunan ekonomi biru atau sektor kelautan dan perikanan. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi ini berlangsung di Palangka Raya pada Senin, 26 Januari.
Pengembangan sektor kelautan dan perikanan, khususnya di wilayah pesisir, merupakan salah satu program strategis Gubernur Agustiar Sabran. Konsep ekonomi biru sendiri diartikan sebagai pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan demi pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga bertujuan untuk peningkatan mata pencarian dan lapangan kerja, tanpa mengabaikan kesehatan ekosistem laut.
Kepala Dislutkan Kalteng, Sri Widanarni, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan OJK, untuk memperkuat pembangunan kelautan dan perikanan. Sinergi dengan lembaga jasa keuangan diperlukan agar nelayan, pembudi daya, dan pelaku usaha memiliki akses pembiayaan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Fokus Sinergi dan Potensi Kelautan
Kolaborasi antara Dislutkan Kalteng dan OJK berfokus pada pengembangan kawasan shrimp estate yang disinergikan dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudi daya. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Tengah.
Kalimantan Tengah memiliki komoditas unggulan berorientasi ekspor, salah satunya adalah udang vaname. Penguatan rantai nilai dan akses pembiayaan sangat diperlukan untuk mendukung potensi ini. Pengembangan udang vaname sebagai komoditas unggulan daerah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara signifikan.
Sinergi dan kolaborasi ini merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional. Secara khusus, ini mendukung Asta Cita ke-2 tentang penguatan ekonomi biru serta Asta Cita ke-6 terkait pemerataan ekonomi. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan lembaga keuangan dalam mewujudkan visi pembangunan yang lebih besar.
Peran OJK dalam Akses Pembiayaan Sektor Maritim
OJK menyampaikan rencana implementasi Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang terintegrasi. Program ini dirancang untuk memperluas akses dan pemanfaatan layanan keuangan. Fokus utama adalah bagi pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyatakan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar. Sektor ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui penguatan PED dan EKI, OJK berupaya memperluas akses layanan keuangan serta mendukung pengembangan kawasan shrimp estate yang terintegrasi.
Dukungan OJK ini krusial dalam menciptakan ekosistem keuangan yang kondusif bagi para pelaku usaha di sektor kelautan. Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, diharapkan inovasi dan produktivitas di sektor ini dapat meningkat. Hal ini akan berdampak positif pada keseluruhan ekonomi regional.
Komitmen Bersama untuk Ekonomi Biru Berkelanjutan
Dislutkan Kalimantan Tengah dan OJK sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi program. Tujuannya adalah mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Komitmen ini mencerminkan upaya bersama dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi daerah.
Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan berbagai tantangan dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan dapat diatasi. Peningkatan kapasitas nelayan dan pembudi daya, serta optimalisasi sumber daya laut, menjadi prioritas. Ini semua demi mewujudkan ekonomi biru yang kuat dan berkesinambungan di Kalimantan Tengah.
Sinergi ini menjadi model bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi maritimnya. Dengan pendekatan terpadu antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan, pembangunan ekonomi biru dapat berjalan lebih efektif. Pada akhirnya akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews