Kaltim Bangun Industri Perikanan Modern di Muara Badak, Dorong Ekonomi Lokal

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serius garap potensi kelautan. Sebuah Industri Perikanan Modern Kaltim akan dibangun di Muara Badak, Kukar, demi percepatan ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kaltim Bangun Industri Perikanan Modern di Muara Badak, Dorong Ekonomi Lokal
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serius garap potensi kelautan. Sebuah Industri Perikanan Modern Kaltim akan dibangun di Muara Badak, Kukar, demi percepatan ekonomi. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mempersiapkan pembangunan sebuah klaster Industri Perikanan Modern Kaltim di wilayah pesisir. Proyek strategis ini berlokasi di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Inisiatif ini bertujuan untuk mengimplementasikan potensi lokal sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa Muara Badak memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar. Potensi ini menjadikan kawasan tersebut sangat prospektif untuk menjadi lumbung perikanan nasional. Oleh karena itu, Pemprov Kaltim berencana membangun klaster industri perikanan modern di kecamatan ini.

Rencana pembangunan klaster ini merupakan langkah konkret untuk menjadikan Muara Badak sebagai produsen perikanan unggulan. Pengumuman ini disampaikan Seno Aji saat melakukan Safari Ramadhan di Muara Badak pada Kamis (12/3) lalu.

Muara Badak, sebagai bagian dari pesisir Kutai Kartanegara, menyimpan kekayaan laut yang luar biasa. Salah satu potensi unggulan adalah kerang dara, dengan estimasi produksi mencapai 3.800 ton. Selain itu, kawasan ini juga dikenal sebagai penghasil udang, bandeng, dan kepiting yang melimpah.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, terdapat 1.179 nelayan aktif di Muara Badak. Sektor pengolahan hasil perikanan juga berkembang pesat, dengan 353 pengolah yang memproduksi berbagai olahan. Produk-produk tersebut meliputi kerupuk ikan, ikan asin, cemilan dari ikan, hingga abon ikan.

Secara keseluruhan, kawasan pesisir Kutai Kartanegara, termasuk Muara Badak, mencatat produksi udang hingga 19.085 ton per tahun. Produksi ikan bandeng mencapai 6.406 ton, rumput laut 10.626 ton, dan kepiting 2.373 ton. Angka-angka ini menunjukkan besarnya peluang untuk peningkatan produksi di masa mendatang.

Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen penuh untuk mewujudkan Muara Badak sebagai lumbung perikanan. Rencana pembangunan klaster Industri Perikanan Modern Kaltim ini menjadi pilar utama strategi tersebut. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya laut yang ada.

Wakil Gubernur Seno Aji menyatakan bahwa rencana ini adalah bagian dari upaya menjadikan daerah tersebut sebagai produsen perikanan unggulan. "Muara Badak memiliki sumber daya kelautan dan perikanan sangat besar sehingga berpotensi menjadi lumbung perikanan, maka Pemprov Kaltim berencana membangun klaster industri perikanan modern di kecamatan ini," ujar Seno Aji.

Untuk mendukung keberlanjutan hasil tangkapan, setiap Koperasi Merah Putih di Muara Badak akan dilengkapi dengan cold storage atau ruang pembekuan. Fasilitas ini krusial untuk mencegah pembusukan hasil produksi ikan dan komoditas lainnya. Dengan adanya cold storage, hasil panen nelayan dan petani dapat disimpan lebih lama tanpa khawatir rusak.

Kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dengan nelayan serta petani akan diintensifkan. Ini memastikan bahwa hasil tangkapan dan panen mereka dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ketersediaan cold storage juga diharapkan dapat menstabilkan harga dan meningkatkan nilai jual produk perikanan.

Selain fokus pada infrastruktur perikanan, Pemprov Kaltim juga memprioritaskan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dilakukan melalui berbagai program pendidikan dan kesejahteraan sosial. Peningkatan SDM dianggap fundamental untuk mendukung kemajuan daerah.

Salah satu program unggulan adalah pendidikan gratis jenjang S1 hingga S3 bagi sekitar 120 ribu mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi warga Kaltim yang telah memiliki KTP minimal tiga tahun. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Program Gratispol Kaltim yang lebih luas.

Program Gratispol Kaltim tidak hanya mencakup pendidikan, tetapi juga berbagai inisiatif sosial lainnya. Program-program tersebut meliputi umroh gratis, insentif bagi marbot masjid, serta penyediaan rumah layak huni. "Ini merupakan bagian dari Program Gratispol Kaltim," kata Seno Aji.

Seluruh program ini dirancang untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Dengan SDM yang unggul dan masyarakat yang sejahtera, diharapkan pembangunan Industri Perikanan Modern Kaltim di Muara Badak dapat berjalan optimal. Ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi