OIKN Tegaskan Visi Berbasis Masyarakat dalam Pengembangan IKN Nusantara
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan komitmennya dalam memastikan Pengembangan IKN Nusantara memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat lokal, mendorong mereka menjadi penggerak utama pertumbuhan regional.
Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi konkret bagi masyarakat lokal. Pernyataan ini disampaikan di tengah pengawasan publik terhadap proyek relokasi besar-besaran tersebut.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menekankan pendekatan inklusif dalam pembangunan IKN. Ia memastikan proyek ini akan memberikan keuntungan nyata bagi penduduk yang tinggal di area pengembangan.
Komitmen ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat sebagai penggerak utama pertumbuhan regional. Hal ini bukan hanya sekadar penonton dalam proses transformasi yang sedang berlangsung.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal di IKN
Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa OIKN berkomitmen penuh untuk memastikan proyek-proyek di ibu kota baru melayani penduduk. Terutama mereka yang berada dalam area pengembangan yang telah ditetapkan, meliputi sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
Pemerintah berupaya memposisikan komunitas lokal sebagai pendorong utama pertumbuhan regional. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak hanya menjadi pengamat dalam proses transformasi ini. Inisiatif ini menunjukkan fokus pada partisipasi aktif warga.
Penting juga untuk membantu masyarakat pesisir dalam memaksimalkan potensi mereka. Ini dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah produk-produk yang dihasilkan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi.
Potensi Ekonomi Berkelanjutan Melalui NES
Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut mencontohkan aktivitas budidaya ikan di Desa Sembilang, Kutai Kartanegara. Pemukiman pesisir ini berpotensi berkembang menjadi desa wisata seiring berjalannya pembangunan.
Otorita berencana mendukung desa tersebut untuk menjadi pusat komoditas pangan. Komoditas ini berasal dari sumber daya lokal seperti ikan bandeng, udang, dan rumput laut. Ini semua berada di bawah kerangka Nusantara Economic Superhub (NES) yang lebih luas.
Usaha lokal yang memproduksi kerupuk amplang berbahan dasar udang dan kepiting juga merupakan bagian dari ekosistem ini. Integrasi ini menunjukkan pendekatan holistik dalam Pengembangan IKN Nusantara.
Diversifikasi Ekonomi dan Hilirisasi Produk
Strategi ini bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi Nusantara melalui hilirisasi. Ini mendorong penduduk untuk tidak hanya bergantung pada bahan mentah. Sebaliknya, mereka didorong untuk menghasilkan barang bernilai lebih tinggi.
Fortifikasi pangan dapat mencakup bubuk protein yang terbuat dari ikan bandeng dan udang. Sementara itu, produk berbasis rumput laut dapat berfungsi sebagai bahan untuk kosmetik dan farmasi.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Namun juga menciptakan peluang baru bagi masyarakat. Ini sejalan dengan visi Pengembangan IKN Nusantara yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews