Pemkot Bontang Genjot Hilirisasi Kelautan Perikanan, Fokus Rumput Laut dan Pengalengan Ikan
Pemerintah Kota Bontang menggenjot **hilirisasi kelautan perikanan Bontang** dengan fokus pada pengolahan rumput laut dan pengalengan ikan, demi menciptakan nilai tambah ekonomi serta lapangan kerja baru.
Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, secara serius mengarahkan pengembangan ekonomi biru melalui hilirisasi industri di sektor kelautan dan perikanan. Inisiatif ini berfokus pada pengolahan rumput laut dan pengalengan ikan, yang bertujuan untuk menciptakan nilai tambah signifikan serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Langkah strategis ini merupakan upaya diversifikasi ekonomi dari sektor energi yang selama ini mendominasi, menuju pemanfaatan optimal sumber daya alam lokal. Dengan demikian, kekayaan ikan dan rumput laut yang melimpah di Bontang diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung dan berkelanjutan bagi daerah serta penduduknya.
Dr. Rahcmad Budi Suharto, Ketua Tim Kajian Pemetaan Peta Potensi dan Peluang Investasi, menjelaskan bahwa kajian mendalam telah dilakukan bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang. Kajian ini merekomendasikan pendekatan pragmatis dan efisien untuk mewujudkan tujuan hilirisasi industri kelautan dan perikanan tersebut.
Optimalisasi Pengalengan Ikan di PPI Tanjung Limau
Untuk subsektor pengalengan ikan, tim kajian merekomendasikan pendekatan yang pragmatis dan efisien daripada membangun fasilitas baru dengan biaya investasi tinggi. Fokus utamanya adalah optimalisasi infrastruktur yang sudah ada, sehingga investasi dapat lebih terarah dan efektif. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek tanpa membebani anggaran secara berlebihan.
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Limau diidentifikasi sebagai lokasi paling strategis untuk pengembangan pengalengan ikan. Lokasi ini sangat berdekatan dengan aktivitas nelayan, menjamin pasokan bahan baku ikan segar yang melimpah dan berkualitas. Selain itu, PPI Tanjung Limau telah dilengkapi dengan fasilitas cold storage atau penyimpanan berpendingin yang vital untuk menunjang rantai pasok ikan.
Rahcmad Budi Suharto juga menekankan pentingnya skema pengelolaan dan pembiayaan yang melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, koperasi nelayan, dan investor swasta menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Keterlibatan masyarakat lokal, khususnya nelayan, harus dijamin agar mereka tetap menjadi bagian integral dari rantai nilai ekonomi yang baru ini.
Potensi Besar Rumput Laut Bontang
Selain pengalengan ikan, subsektor rumput laut juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam kerangka hilirisasi kelautan perikanan Bontang. Bontang dikenal memiliki kualitas rumput laut yang unggul, menjadikannya bahan baku ideal untuk berbagai produk turunan. Potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal karena sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah.
Produk turunan dari rumput laut sangat beragam, mulai dari agar-agar yang banyak digunakan dalam industri makanan, hingga bahan baku untuk kosmetik dan farmasi. Pengembangan produk-produk ini akan menambah nilai ekonomi rumput laut secara signifikan. Hal ini juga akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani rumput laut di Bontang.
Kerja sama dengan DPMPTSP Bontang merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi daerah melalui hilirisasi industri kelautan dan perikanan. Strategi ini bertujuan menggeser ketergantungan ekonomi dari sektor energi. Fokusnya adalah pemanfaatan maksimal sumber daya alam lokal, khususnya ikan dan rumput laut, untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Diversifikasi Ekonomi dan Dampak Sosial
Kota Bontang memiliki potensi besar di bidang perikanan tangkap dan rumput laut, namun nilai ekonominya belum maksimal karena sebagian besar hasilnya masih dijual dalam bentuk mentah. Melalui hilirisasi, diharapkan bisa tercipta rantai nilai baru yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ini akan meningkatkan pendapatan nelayan dan petani rumput laut.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyatakan bahwa jika hilirisasi rumput laut dan perikanan berjalan, hal ini akan melahirkan industri turunan yang padat karya. Industri ini secara langsung akan meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir. Ini adalah bagian dari visi 'Bontang Berbenah' yang fokus pada diversifikasi ekonomi.
Diversifikasi ekonomi dari energi ke maritim memang menjadi konsentrasi utama Pemerintah Kota Bontang. Pengembangan hilirisasi kelautan dan perikanan ini sejalan dengan visi 'Bontang Berbenah'. Ini juga menjadi kebutuhan mendesak bagi Bontang yang selama ini lebih dikenal sebagai kota industri berbasis energi, untuk menciptakan fondasi ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews