Pemerintah NTB Fokus Tingkatkan Nilai Tambah Sektor Perikanan untuk Ekonomi Berkelanjutan
Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) memprioritaskan Peningkatan Nilai Tambah Sektor Perikanan melalui strategi komprehensif guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang signifikan dan berkelanjutan.
Pemerintah NTB Fokus Tingkatkan Nilai Tambah Sektor Perikanan untuk Ekonomi Berkelanjutan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara serius memfokuskan pembangunan sektor perikanan untuk meningkatkan nilai tambahnya. Langkah strategis ini bertujuan menciptakan perputaran ekonomi yang besar di tengah masyarakat lokal. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, menegaskan komitmen ini di Mataram pada Jumat (26/12) waktu setempat.
Fokus utama peningkatan nilai tambah ini mencakup penguatan budidaya perikanan, pengembangan industri pengolahan, serta penciptaan iklim investasi yang didukung kepastian regulasi. Selain itu, penataan kelembagaan juga akan dilakukan mulai tahun 2026 seiring penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru.
Kinerja sektor kelautan dan perikanan NTB sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif, dengan realisasi produksi perikanan mencapai lebih dari 101,6 persen. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB diperkirakan meningkat dari Rp7,8 triliun pada 2024 menjadi Rp8,04 triliun pada 2025.
Strategi Komprehensif Peningkatan Nilai Tambah Sektor Perikanan NTB
Pemerintah NTB telah merancang strategi komprehensif untuk mendorong Peningkatan Nilai Tambah Sektor Perikanan secara berkelanjutan. Strategi ini berpusat pada tiga pilar utama: penguatan budidaya perikanan, pengembangan industri pengolahan, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif. Kepastian regulasi menjadi landasan penting dalam menarik minat investor.
Penataan kelembagaan menjadi agenda krusial yang akan dimulai pada tahun 2026, beriringan dengan implementasi SOTK baru. Penataan ini mencakup penguatan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang lebih mandiri. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perikanan juga menjadi prioritas.
Selain itu, penguatan fungsi pengawasan pemanfaatan ruang laut akan ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya. Pemerintah NTB juga tengah berupaya mempercepat program hilirisasi terhadap lima komoditas kelautan unggulan. Komoditas tersebut meliputi garam, rumput laut, udang vaname, tuna, dan cakalang, sebagai langkah strategis mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Potensi Besar dan Kontribusi Ekonomi Sektor Kelautan dan Perikanan NTB
Sektor kelautan dan perikanan di Nusa Tenggara Barat menunjukkan kinerja yang sangat positif sepanjang tahun 2025. Realisasi produksi perikanan berhasil melampaui target, mencapai lebih dari 101,6 persen. Angka ini mencerminkan efektivitas program dan kebijakan yang telah dijalankan oleh pemerintah daerah.
Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB juga signifikan. Pada tahun 2024, sektor kelautan dan perikanan menyumbang Rp7,8 triliun. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp8,04 triliun pada tahun 2025, menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi kepulauan dengan potensi maritim yang luar biasa. Wilayah daratannya seluas 1,96 juta hektare, sementara wilayah lautannya membentang seluas 2,79 juta hektare. Provinsi ini terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, serta dikelilingi oleh 401 pulau-pulau kecil yang kaya akan sumber daya.
Potensi produksi perikanan tangkap di NTB mencapai 200 ribu ton setiap tahun, dengan hasil ikan bernilai ekonomi tinggi. Komoditas unggulan meliputi tuna, cakalang, tongkol, cumi-cumi, dan udang, yang menjadi target utama program hilirisasi. Upaya ini diharapkan dapat memaksimalkan nilai jual produk perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Sumber: AntaraNews