Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara masif mempercepat program hilirisasi lima komoditas kelautan unggulan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya konkret untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Karim Marasabessy, menjelaskan bahwa program ini merupakan intervensi langsung dari Gubernur NTB. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah produk kelautan lokal dan memberdayakan masyarakat.
Percepatan hilirisasi ini mencakup garam, rumput laut, udang vaname, ikan tuna, dan ikan cakalang. Program ini diharapkan mampu menyelesaikan tiga masalah ekonomi dan sosial utama, termasuk penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Advertisement
Advertisement
Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah maritim dengan potensi luar biasa, mencakup luas laut 2,79 juta hektare. Wilayah ini terdiri atas Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, serta 401 pulau-pulau kecil yang kaya akan sumber daya kelautan. Potensi besar ini menjadi fondasi utama bagi implementasi program Hilirisasi Komoditas Kelautan NTB.
Karim Marasabessy menekankan bahwa hilirisasi yang dilakukan pemerintah daerah memiliki dampak multidimensional. Program ini dirancang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, dan secara signifikan menurunkan angka kemiskinan. Peningkatan nilai tambah produk lokal menjadi prioritas utama dalam strategi ini.
Pemerintah NTB menargetkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan, sebanyak 106 desa dapat keluar dari status kemiskinan ekstrem. Pencapaian target ini diharapkan akan memberikan kontribusi besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya ini menunjukkan komitmen serius dalam pembangunan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Hilirisasi garam telah menunjukkan kemajuan berarti dengan pembangunan dan pengoperasian pabrik garam di Kabupaten Bima. Namun, tantangan yang kini dihadapi adalah memastikan keberlanjutan pasar dan efisiensi pengelolaan pabrik tersebut. Pemerintah terus berupaya mencari solusi inovatif untuk mengatasi hambatan ini.
Untuk komoditas rumput laut, program hilirisasi sudah berjalan dan fokus pada produksi bioplastik ramah lingkungan di Ekas Buana, Kabupaten Lombok Timur. Pemerintah mengupayakan agar perusahaan pengolah rumput laut dapat mereplikasi model pabrik yang sukses di Bali ke NTB. Ini adalah langkah strategis untuk diversifikasi produk turunan rumput laut.
Sementara itu, hilirisasi udang vaname sedang dalam tahap studi kelayakan (feasibility study) dan detail engineering design (DED). Dinas Kelautan dan Perikanan NTB dijadwalkan akan bertemu dengan calon investor pada 26 September 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan finansial dan teknis bagi program hilirisasi udang vaname.
Advertisement
Pemerintah NTB juga telah menyiapkan lokasi strategis untuk pembangunan pabrik pengolahan udang vaname. Lokasi tersebut meliputi Pelabuhan Perikanan Labuan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, dan Teluk Santong di Kabupaten Sumbawa. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas dan potensi sumber daya perikanan.
Advertisement
Hilirisasi komoditas ikan tuna dan cakalang masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi Pemerintah Provinsi NTB. Saat ini, pengolahan kedua komoditas tersebut masih terbatas pada fasilitas cold storage untuk pengawetan. Produk yang dihasilkan umumnya berupa ikan beku yang langsung dikirim ke pasar.
Karim Marasabessy mengakui bahwa praktik pengolahan tuna dan cakalang dalam bentuk ikan beku telah berlangsung bertahun-tahun. Namun, upaya pengalengan atau pengembangan produk olahan lain yang memiliki nilai tambah lebih tinggi belum terealisasi. "Ini masih menjadi pekerjaan rumah dan kami berkomitmen segera melaksanakan hilirisasi tuna dan cakalang," tegas Karim, menunjukkan keseriusan pemerintah.
Komitmen kuat pemerintah daerah untuk Hilirisasi Komoditas Kelautan NTB, khususnya tuna dan cakalang, terus digalakkan. Mereka berencana untuk aktif mencari investor dan mengadopsi teknologi modern. Tujuannya adalah mengembangkan produk olahan yang lebih bervariasi dan meningkatkan daya saing produk perikanan NTB di pasar nasional maupun global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews