NTB Produsen Udang Vaname Terbesar di Indonesia, Dislutkan Susun DED Hilirisasi Udang di Lombok Timur
Dislutkan NTB mulai menyusun DED untuk program Hilirisasi Udang di Lombok Timur. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi komoditas udang, mengingat NTB adalah produsen udang vaname terbesar di Indonesia.
Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk program hilirisasi komoditas udang. Proyek strategis ini akan berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, menandai langkah maju dalam pengembangan sektor perikanan daerah.
Kepala Dislutkan NTB, Muslim, menyatakan bahwa hilirisasi udang merupakan bagian penting dari strategi Pemerintah NTB. Tujuannya adalah memperkuat rantai nilai sektor kelautan dan perikanan secara menyeluruh demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kontribusi ekonomi daerah melalui pengembangan perikanan budidaya, tangkap, serta pengolahan hasil perikanan. Hasil DED akan menjadi bagian krusial dari profil penawaran investasi kepada pihak swasta, dunia usaha, dan investor potensial.
Mendorong Nilai Tambah Ekonomi Melalui Hilirisasi Udang
Program hilirisasi udang di NTB berfokus pada transformasi udang dari bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru yang signifikan serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara berkelanjutan.
Muslim menekankan pentingnya penyusunan DED yang akurat dan berbasis fakta di lapangan. Dokumen ini juga harus sejalan dengan hasil Feasibility Study (FS) yang kini tengah memasuki tahap akhir penyelesaiannya.
Pemerintah NTB secara proaktif menggaet investor swasta untuk mendukung penuh program hilirisasi udang vaname ini. Berbagai jenis insentif investasi juga telah disiapkan sesuai dengan Peraturan Gubernur NTB Nomor 10 Tahun 2016 untuk menarik minat investasi.
Lokasi pembangunan pabrik pengolahan udang yang ditawarkan berada di area strategis, yaitu Pelabuhan Perikanan Labuan Lombok, Kabupaten Lombok Timur. Pemilihan lokasi ini diharapkan dapat mempermudah akses bahan baku dan distribusi produk olahan udang ke pasar.
Potensi Besar NTB sebagai Produsen Udang Vaname Nasional
Nusa Tenggara Barat memegang posisi penting dalam peta produksi udang vaname nasional, sebuah fakta yang memperkuat potensi besar program hilirisasi ini. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan total produksi udang vaname Indonesia mencapai 786.378 ton pada tahun 2024.
Dari jumlah produksi nasional tersebut, NTB menyumbang angka signifikan sebesar 196.398 ton. Angka ini menempatkan Nusa Tenggara Barat sebagai produsen udang vaname terbesar di Indonesia, melampaui provinsi lain.
Posisi NTB diikuti oleh Jawa Timur yang memproduksi 110.666 ton dan Jawa Barat dengan 101.687 ton. Dominasi NTB dalam produksi udang vaname memberikan fondasi kuat bagi pengembangan industri pengolahan dan peningkatan nilai ekonomi.
Peningkatan nilai tambah melalui pengolahan udang diyakini akan memperkuat posisi NTB sebagai pusat perikanan budidaya yang modern. Ini juga akan membuka peluang ekspor produk olahan udang ke pasar domestik maupun internasional, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews