Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan IKN membawa dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pendekatan inklusif menjadi landasan utama dalam setiap tahapan pengembangan ibu kota negara baru Indonesia. Ini bertujuan agar masyarakat lokal merasakan langsung manfaat ekonomi dan sosial dari proyek strategis nasional ini.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa masyarakat sekitar tidak hanya akan menjadi penerima manfaat, melainkan juga pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi kawasan. Visi ini mencakup seluruh wilayah delineasi IKN, memastikan pemerataan pembangunan. Upaya pemberdayaan ini menjadi prioritas untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Pembangunan IKN dirancang untuk mendorong potensi lokal, khususnya bagi masyarakat di wilayah delineasi IKN. Otorita IKN berupaya meningkatkan nilai tambah produk-produk masyarakat. Hal ini dilakukan melalui berbagai program penguatan ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Otorita IKN secara aktif memberdayakan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan IKN, termasuk melalui penguatan potensi ekonomi lokal di wilayah pesisir. Fokus utama adalah meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran produk lokal. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga.
Salah satu contoh konkret adalah pengembangan kawasan tambak di wilayah Tanjung atau Desa Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Wilayah ini, yang merupakan bagian dari delineasi IKN, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Pengembangan ini akan menarik wisatawan dan membuka peluang usaha baru.
Selain desa wisata, kawasan tambak tersebut juga berpotensi menjadi pusat produksi pangan berbasis sumber daya lokal. Produk seperti bandeng, udang, dan rumput laut akan menjadi komoditas unggulan. Diversifikasi ekonomi ini sejalan dengan kerangka Superhub Ekonomi Nusantara (SEN).
Advertisement
Advertisement
Otorita IKN tidak hanya berhenti pada produk mentah, tetapi juga mendorong inovasi. Produk makanan ringan seperti amplang udang dan kepiting dari pelaku usaha lokal menjadi contoh nyata. Ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Ke depan, produk yang dihasilkan masyarakat lokal direncanakan bukan lagi produk sederhana, melainkan produk lanjutan yang dapat digunakan untuk penambahan zat gizi mikro/vitamin dan mineral (fortifikasi) pangan. Langkah ini akan meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Basuki Hadimuljono menjelaskan, fortifikasi pangan ini mencakup bubuk protein dari bandeng dan udang. Selain itu, rumput laut juga akan diolah menjadi bahan dasar bagi kosmetik dan farmasi. Diversifikasi sektor ekonomi ini penting untuk memastikan target pengembangan SEN dapat terlaksana dalam waktu dekat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews