Tahukah Kamu? KKP Kucurkan Triliunan Rupiah untuk Pembangunan Fasilitas Perikanan di Indonesia Timur
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara masif memperkuat pembangunan fasilitas perikanan tangkap di Indonesia timur, dari Papua hingga NTT, demi meningkatkan kesejahteraan nelayan. Simak detailnya!
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot sektor perikanan tangkap di wilayah Indonesia timur. Upaya ini difokuskan pada penguatan tata kelola serta pembangunan fasilitas perikanan. Target utamanya adalah peningkatan produktivitas dan kesejahteraan para nelayan di daerah tersebut.
Program ini mencakup area strategis seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Berbagai inisiatif dan pendanaan telah digulirkan secara masif. Ini dilakukan baik melalui alokasi langsung dari KKP maupun transfer dana ke pemerintah daerah.
Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Ridwan Mulyana, menyatakan komitmen tersebut di Jakarta pada Selasa (10/9). Bantuan disalurkan dalam bentuk pengembangan pelabuhan perikanan dan sarana produksi. Ini termasuk juga bantuan kapal serta alat tangkap untuk nelayan kecil.
Alokasi Dana dan Bentuk Bantuan Pembangunan Fasilitas Perikanan
Sepanjang periode 2020 hingga 2024, KKP telah mengalokasikan dana signifikan untuk wilayah Indonesia Timur. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp70,9 miliar. Selain itu, ada juga Dana Alokasi Khusus (DAK) provinsi senilai Rp415,13 miliar dan DAK kabupaten/kota sebesar Rp502,16 miliar.
Ridwan Mulyana menjelaskan bahwa bantuan ini tidak hanya melalui DAK, tetapi juga anggaran yang dikelola langsung oleh KKP. "Bentuknya berupa pengembangan fasilitas pelabuhan perikanan, bantuan sarana produksi di kampung nelayan, serta bantuan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan bagi nelayan kecil,” ujarnya.
Penyaluran dana ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha perikanan tangkap. Selain itu, diharapkan dapat secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan. Ini adalah bagian dari strategi besar KKP untuk pemerataan pembangunan fasilitas perikanan di sektor kelautan.
Inisiatif Strategis dan Peran Dana Bagi Hasil
Pada tahun 2023, KKP berhasil menciptakan percontohan Kampung Nelayan Modern (Kalamo) di Samber Binyeri, Biak. Kesuksesan model ini menjadi inspirasi untuk program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program KNMP direncanakan akan dilaksanakan secara masif pada tahun 2025-2027.
Dari 65 lokasi yang direncanakan untuk dibangun pada tahun 2025, beberapa calon lokasi strategis berada di Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. Selain itu, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) juga menjadi fokus. Dari total 34.606 Kopdes yang memiliki unit bisnis kelautan perikanan, 5.077 di antaranya berlokasi di wilayah timur.
Pembangunan di Indonesia timur juga didanai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA) Perikanan. Ini mencakup Pungutan Pengusahaan Perikanan (PPP) dan Pungutan Hasil Perikanan (PHP). Dana ini dikelola dan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan pembangunan, sebagian besar melalui pemerintah daerah.
Sesuai amanat UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), 80 persen realisasi PNBP SDA Perikanan ditransfer ke daerah. Pada tahun 2024, realisasi PNBP SDA Perikanan mencapai Rp951,01 miliar. Untuk APBN 2025, Rp737 miliar ditransfer ke daerah melalui DBH, dengan Rp195,9 miliar khusus untuk Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.
Transformasi Tata Kelola Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya telah menegaskan pentingnya transformasi tata kelola perikanan tangkap. Kebijakan penangkapan ikan terukur menjadi strategi utama KKP. Ini bertujuan untuk menopang ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Kebijakan ini juga berupaya menyeimbangkan aspek ekonomi dan ekologi dalam kegiatan perikanan. Dengan demikian, Pembangunan Fasilitas Perikanan diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi. Namun juga memastikan keberlanjutan sumber daya laut untuk generasi mendatang.
Sumber: AntaraNews