Tragedi Sabtu Siang: Gedung DPRD NTB Dibakar Massa, Ternyata Ini Pemicunya!
Aksi unjuk rasa di Gedung DPRD NTB berujung pada pembakaran dan penjarahan. Simak kronologi lengkap mengapa Gedung DPRD NTB Dibakar massa.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu siang hingga sore berujung pada insiden tragis. Sekretariat DPRD NTB menyatakan kekecewaan mendalam atas tindakan pembakaran dan penjarahan yang dilakukan oleh massa aksi. Peristiwa ini menyisakan kerusakan parah pada fasilitas gedung dewan, termasuk ruang-ruang penting.
Kepala Bagian Umum dan Humas Sekretariat DPRD NTB, Muhammad Erwan, menjelaskan bahwa api mulai berkobar di depan lobi gedung sebelum merambat dengan cepat. Api kemudian melahap berbagai bagian vital gedung, termasuk ruang pimpinan dan ruang paripurna. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, mengingat aksi unjuk rasa seharusnya menjadi wadah penyampaian aspirasi.
Insiden pembakaran ini menjadi sorotan utama di Mataram, memicu pertanyaan mengenai pemicu sebenarnya dari kerusuhan tersebut. Gedung DPRD NTB yang seharusnya menjadi simbol demokrasi, kini porak-poranda. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dan mendesak evaluasi menyeluruh terhadap penanganan aksi demonstrasi.
Kronologi Insiden Pembakaran Gedung
Muhammad Erwan mengungkapkan bahwa massa aksi mulai mendatangi Kantor DPRD NTB sekitar pukul 12.00 Wita. Namun, tidak ada satu pun anggota dewan yang dapat menemui massa pada saat itu. Situasi yang tidak terkendali membuat rencana negosiasi dengan Ketua DPRD Baiq Isvie Rupaeda batal terlaksana.
Erwan menambahkan bahwa tidak ada negosiasi yang sempat dilakukan sebelum aksi pembakaran terjadi. Hal ini disebabkan hari Sabtu merupakan hari libur, sehingga tidak ada staf yang bertugas untuk mengamankan berkas atau memfasilitasi komunikasi. Pihak sekretariat tidak menyangka bahwa unjuk rasa akan berujung pada tindakan anarkis seperti pembakaran gedung.
Api dengan cepat melahap ruang pimpinan, ruang sekretariat, ruang semua wakil ketua, hingga ruang paripurna. Seluruh isi ruangan di dalam gedung ludes terbakar. Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan sangat besar, mengingat banyak fasilitas penting yang rusak parah atau hancur total.
Dampak dan Kondisi Pasca-Aksi
Aksi pembakaran Gedung DPRD NTB ini diduga terjadi karena aparat keamanan memilih untuk tidak berinteraksi langsung dengan massa. Kepolisian memutuskan untuk tidak melakukan baku hantam, yang pada akhirnya tidak mampu mencegah massa memaksa masuk dan melakukan tindakan perusakan. Situasi ini menunjukkan kompleksitas dalam penanganan demonstrasi besar.
Pasca-kejadian, kondisi di Gedung DPRD NTB mulai kondusif pada Sabtu sore. Petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Mataram berjuang memadamkan api yang masih menyala. Dua gedung utama menjadi korban, yaitu gedung utama yang biasa dipakai rapat dan sidang paripurna, serta gedung Sekretariat DPRD yang digunakan oleh karyawan.
Kedua gedung tersebut kini menyisakan puing-puing dan rangka bangunan yang hangus. Asap masih terlihat mengepul dari reruntuhan, sementara mahasiswa yang berunjuk rasa telah meninggalkan lokasi. Jalan Udayana, yang sempat ditutup, kini telah dibuka kembali. Aparat kepolisian dan TNI masih berjaga di depan Gedung DPRD NTB untuk mengamankan lokasi.
Sumber: AntaraNews