Demo Pecah di NTB, Massa Rusak Pagar Markas Polda dan Bakar Gedung DPRD hingga Atap Ludes
Ribuan mahasiswa di Nusa Tenggara Barat (NTB) berunjuk rasa di depan markas Kepolisian Daerah dan kantor DPRD pada Sabtu, 3 Agustus 2025.
Ribuan mahasiswa di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar demonstrasi ke markas Kepolisian Daerah (Polda) dan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Sabtu (3/8). Demo berlangsung panas. Massa merusak gerbang Polda dan gedung DPRD, bahkan api terlihat dari dalam kompleks DPRD.
Sebagaimana dilansir dari Liputan6.com di lokasi, awalnya massa bergerak dari Jalan Langko, Mataram, menuju Polda NTB. Massa tiba di Polda sekira pukul 10.00 WITA. Tanpa orasi menyampaikan tuntutan, mereka merusak gerbang Polda.
Sekira pukul 12.00 WITA, massa bergeser ke DPRD Provinsi NTB. Di sana, massa membakar ban bekas dan melempari batu ke dua gedung yang berada di kompleks DPRD. Kedua gedung itu adalah sekretariat dewan (Setwan) dan gedung dewan.
Massa juga merusak gerbang kantor DPRD. Bahkan di antara mereka naik ke gedung Sekretariat DPRD.
Massa yang tidak terkendali merusak dan membakar pos penjagaan DPRD. Sebagian massa masuk ke dalam gedung dewan, merusak kaca dan pintu. Terlihat api juga muncul dari dalam gedung Setwan.
Tidak ada personel TNI maupun Polri di lokasi. CCTV yang berada di depan gedung tidak luput dari amukan massa.
Hingga berita ini tayang, titik api juga muncul dari depan gedung DPRD dan terdengar suara ledakan.
Atap Gedung DPRD Ludes
Massa dari berbagai elemen mahasiswa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) membakar gedung DPRD Provinsi, Sabtu (30/8). Tidak kurang dari 30 menit, atap gedung anggota dewan ludes dilahap api.
Api dengan cepat membakar bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Api hanya menyisakan kerangka besi serta tembok di beberapa bagian bangunan.
Massa juga terlihat membawa keluar sejumlah properti dari dalam gedung DPRD, di antaranya TV, speaker dan pendingin ruangan atau AC. Barang-barang tersebut dikumpulkan di luar bangunan kemudian dibakar.
"Tidak menyangka akan terjadi pembakaran ini. Semalam berkoordinasi dengan aparat tudak membuahkan hasil. Tidak menyangka terjadi pembakaran seperti ini," kata Humas Setwan Muhammad Irwan kepada wartawan.
Akibat peristwa ini, berkas-berkas anggota dewan yang berada di gedung tidak terselamatkan.
"Jadi tidak ada berkas-berkas yang diselamatkan," lanjutnya.
Personel Brimob tiba di lokasi untuk mencegah kerusuhan meluas. Berkali-kali petugas menembakkan gas air mata ke arah massa.
Pendemo lantas kocar-kacir, menjauh dari pintu utama gedung DPRD Provinsi NTB. Petugas Damkar pun kesulitan memadamkan api lantaran terhalang kerumunan massa.
Mobil water cannon juga dikerahkan untuk membubarkan aksi. Saat berita ini tayang, situasi mulai kondusif. Massa tidak lagi berkumpul di depan gedung DPRD.