Gedung Rakyat Udayana: Situasi DPRD NTB Pasca Pembakaran Massa, Api Padam
Kondisi terkini di Gedung DPRD NTB pasca pembakaran dan penjarahan massa mulai kondusif. Simak detail situasi DPRD NTB pasca pembakaran, upaya pemadaman, dan alasan di balik aksi demonstrasi.
Situasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan mulai kondusif pada Sabtu sore, 30 Agustus 2025. Sebelumnya, gedung wakil rakyat ini menjadi sasaran pembakaran dan penjarahan oleh massa aksi. Peristiwa ini meninggalkan kerusakan signifikan pada fasilitas publik tersebut.
Aksi demonstrasi yang berujung ricuh ini dipicu oleh dua tuntutan utama. Massa menolak kebijakan tunjangan gaji anggota dewan dan menyuarakan solidaritas terhadap Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia. Gelombang protes ini melibatkan mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum.
Kerusuhan pecah setelah massa aksi terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Puncaknya, dua bangunan penting di kompleks DPRD NTB dibakar. Insiden ini mengubah suasana di Jalan Udayana, Mataram, yang sempat ditutup dan kini kembali dibuka untuk umum.
Upaya Pemadaman dan Dampak Kerusakan
Petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Mataram segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengatasi kobaran api. Lalu Satriawan, Komandan Peleton II Damkar Kota Mataram, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam dan 23 personel. Upaya pemadaman api berhasil dilakukan, namun proses pendinginan masih terus berlangsung.
Dua gedung yang menjadi sasaran amuk massa adalah gedung utama DPRD dan gedung Sekretariat DPRD. Gedung utama yang biasa digunakan untuk rapat dan sidang paripurna ludes terbakar, hanya menyisakan rangka atap. Pemandangan gedung yang hangus ini menjadi simbol kerugian materiil yang besar akibat insiden tersebut. Sementara itu, gedung Sekretariat DPRD yang merupakan tempat kerja karyawan juga mengalami kerusakan parah akibat dijarah dan dihancurkan.
Asap masih terlihat mengepul dari puing-puing bangunan yang terbakar, mengindikasikan sisa panas dari insiden tersebut. Lalu Satriawan mengingatkan agar tidak ada yang mendekat ke area puing-puing. Kondisi di dalam gedung masih berbahaya karena suhu panas sisa kebakaran yang tinggi. Selain itu, upaya pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali, mengingat material bangunan yang mudah terbakar.
Kronologi Aksi dan Respons Aparat
Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak pagi hari pada Sabtu, 30 Agustus 2025, awalnya berjalan di depan Gedung DPRD NTB. Ratusan orang berkumpul sejak pagi, menyuarakan aspirasi mereka dengan damai sebelum situasi berubah menjadi tegang. Namun, situasi memanas dan berujung pada bentrokan dengan aparat kepolisian. Massa yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa dan pelajar kemudian melampiaskan kemarahan mereka dengan membakar gedung dewan.
Setelah insiden pembakaran, massa pengunjuk rasa secara bertahap meninggalkan area kantor DPRD NTB. Jalan Udayana yang sebelumnya ditutup untuk alasan keamanan, kini telah dibuka kembali. Meskipun demikian, aparat kepolisian dan TNI masih berjaga di depan gedung DPRD NTB untuk mengamankan lokasi.
Gedung dewan yang hangus terbakar menarik perhatian banyak warga. Mereka berbondong-bondong datang untuk menyaksikan langsung dampak dari aksi demonstrasi tersebut. Pemandangan puing-puing dan asap yang mengepul menjadi saksi bisu dari peristiwa yang mengguncang Mataram hari itu. Meskipun demo telah usai, dampak psikologis dan fisik dari peristiwa ini masih terasa di kalangan masyarakat Mataram.
Sumber: AntaraNews