DPRD NTB Terbakar: Semua Dokumen dan Aset Ludes, Kerugian Belum Ditaksir
Gedung DPRD NTB terbakar habis akibat aksi unjuk rasa, menyebabkan seluruh dokumen dan aset ludes. Apa dampaknya terhadap kinerja dewan dan berapa kerugiannya?
Aksi unjuk rasa besar-besaran di Mataram pada Sabtu, 30 Agustus siang, berakhir tragis dengan insiden pembakaran. Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sasaran amuk massa yang brutal. Seluruh dokumen dan aset penting di dalamnya ludes terbakar dan dijarah tanpa sisa.
Insiden memilukan ini menyebabkan kerugian besar bagi lembaga legislatif daerah tersebut. Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda, mengonfirmasi bahwa tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan dari amukan api dan penjarahan. Kondisi gedung kini porak-poranda setelah kejadian.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelangsungan fungsi dewan dalam menjalankan tugasnya. Meskipun demikian, Isvie menegaskan bahwa tugas-tugas kedewanan akan tetap berjalan seperti biasa. Mereka bertekad untuk terus melayani masyarakat NTB di tengah keterbatasan.
Kerugian Total dan Kondisi Gedung DPRD NTB Pasca-Insiden
Kebakaran dan penjarahan yang melanda Gedung DPRD NTB pada akhir pekan lalu menyisakan pemandangan memprihatinkan. Terdapat dua gedung yang menjadi korban amukan massa, yaitu gedung utama DPRD yang sehari-hari dipakai rapat dan sidang paripurna, serta gedung Sekretariat DPRD yang digunakan oleh karyawan atau ASN. Kedua bangunan ini hangus terbakar dan porak-poranda.
Baiq Isvie Rupaeda menyatakan bahwa seluruh isi gedung tidak dapat diselamatkan, termasuk dokumen-dokumen penting dan aset berharga lainnya. "Tidak ada yang bisa diselamatkan, semua hancur, semua habis," ujarnya di Mataram. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi operasional dewan dalam jangka waktu mendatang.
Hingga saat ini, nilai kerugian akibat insiden pembakaran dan penjarahan ini belum dapat ditaksir secara pasti. Isvie menjelaskan bahwa aset dan gedung tersebut merupakan milik pemerintah provinsi. Proses inventarisasi dan penilaian kerugian masih akan dilakukan oleh pihak terkait untuk mengetahui skala kerusakan yang sebenarnya.
Komitmen DPRD NTB untuk Tetap Berfungsi
Meskipun menghadapi situasi yang sangat sulit dengan hilangnya kantor utama, DPRD NTB berkomitmen untuk memastikan kinerja mereka tetap berjalan. Ketua DPRD, Baiq Isvie Rupaeda, menegaskan bahwa tugas dan fungsi kedewanan tidak akan terhenti. "Kinerja dan kerja DPRD harus tetap berjalan," tegasnya, menyoroti pentingnya pelayanan kepada masyarakat.
Untuk sementara waktu, anggota dewan akan bekerja di tenda darurat yang didirikan di halaman gedung DPRD. Solusi ini diambil agar aktivitas harian dan koordinasi dapat terus berjalan. Isvie berharap mereka dapat menggunakan tenda tersebut setiap hari untuk menjalankan tugas-tugas kedewanan.
Mengenai kegiatan rapat paripurna yang memerlukan fasilitas lebih besar dan formal, DPRD NTB akan meminjam Gedung Sangkareang. Gedung ini berada di Kantor Gubernur NTB dan akan digunakan untuk agenda-agenda penting dewan. Langkah-langkah adaptif ini menunjukkan semangat pantang menyerah para wakil rakyat dalam melayani konstituen mereka.
Sumber: AntaraNews