Terungkap! Gunung Lokon Rekam 36 Kali Gempa Vulkanik dalam Sehari, Status Siaga Level III Ditetapkan
Aktivitas Gunung Lokon di Sulawesi Utara meningkat drastis. Tercatat 36 kali gempa vulkanik dalam sehari, mendorong statusnya menjadi Siaga Level III. Apa artinya bagi warga sekitar?
Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan pada Jumat (5/9). Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon mencatat total 36 kali gempa vulkanik. Ini terjadi dalam periode pengamatan 00.00 hingga 18.00 WITA.
Rinciannya, 32 gempa vulkanik dangkal dan empat gempa vulkanik dalam terekam. Selain itu, dua gempa tektonik jauh dan 15 gempa embusan juga terdeteksi. Dua gempa tremor menerus turut melengkapi data kegempaan yang ada.
Peningkatan aktivitas ini mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Siaga (Level III) untuk Gunung Lokon. Kepala PVMBG, P Hadi Wijaya, saat dihubungi ANTARA dari Manado, menegaskan, "Status Gunung Lokon yakni Siaga (Level III)." Status ini telah berlaku sejak Rabu (3/9) pukul 12.00 WITA.
Detail Aktivitas Seismik Gunung Lokon
Data dari Pos PGA Lokon yang dilaporkan oleh personel Armando Manguleh menunjukkan intensitas kegempaan yang tinggi. Pada hari Jumat, selain gempa vulkanik, aktivitas lain juga terpantau. Ini termasuk gempa embusan dan tremor yang berkelanjutan.
Gempa vulkanik dangkal menandakan pergerakan magma di kedalaman dangkal. Sementara itu, gempa vulkanik dalam mengindikasikan aktivitas magma di kedalaman yang lebih besar. Kombinasi jenis gempa ini menunjukkan dinamika internal Gunung Lokon yang aktif.
Perekaman gempa tektonik jauh juga mengindikasikan adanya pergerakan lempeng di area yang lebih luas. Meskipun tidak langsung terkait dengan letusan, ini menambah kompleksitas pemantauan. Semua data ini menjadi dasar evaluasi status Gunung Lokon.
Rekomendasi PVMBG untuk Keselamatan Warga
Menanggapi peningkatan aktivitas Gunung Lokon, Badan Geologi telah mengeluarkan serangkaian rekomendasi penting. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati Kawah Tompaluan. Batas aman yang ditetapkan adalah radius 2,5 kilometer dari pusat aktivitas.
Jika terjadi letusan dan hujan abu, warga diimbau untuk tetap berada di dalam rumah. Bagi mereka yang terpaksa berada di luar, penggunaan pelindung sangat disarankan. Masker untuk hidung dan mulut, serta kacamata untuk mata, menjadi perlengkapan wajib.
Selain itu, pada musim hujan, potensi lahar dingin menjadi perhatian serius. Warga yang tinggal di sekitar sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon diminta untuk selalu waspada. Kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan lahar sangat diperlukan demi keselamatan.
Latar Belakang Peningkatan Status Siaga Gunung Lokon
Peningkatan status Gunung Lokon dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III) bukanlah tanpa alasan. Keputusan ini diambil setelah terjadi lonjakan signifikan dalam jumlah kegempaan harian. Data menunjukkan peningkatan drastis dari frekuensi normal.
Sebelumnya, Gunung Lokon hanya mencatat sekitar tiga kali gempa per hari. Namun, menjelang penetapan status siaga, jumlah kegempaan harian melonjak hingga lebih dari 100 kali. Kenaikan ini menjadi indikator kuat peningkatan aktivitas vulkanik.
Kepala PVMBG, P Hadi Wijaya, menjelaskan bahwa data kegempaan yang masif ini menjadi dasar utama. Penetapan status siaga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi risiko. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan seluruh pihak yang berada di sekitar Gunung Lokon.
Sumber: AntaraNews