Aktivitas Gunung Mayon Filipina Meningkat, Status Siaga 3 Dipertahankan
Gunung Mayon di Filipina terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik signifikan dengan puluhan gempa dan aliran lava. Pihak berwenang mempertahankan Status Siaga 3, mengindikasikan potensi bahaya lebih lanjut dari aktivitas Gunung Mayon ini.
Gunung api Mayon di Filipina dilaporkan terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pihak berwenang setempat mencatat puluhan gempa dan getaran vulkanik selama 24 jam terakhir.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) telah mempertahankan Status Siaga 3 untuk Gunung Mayon. Ini menandakan adanya peningkatan aktivitas magmatik yang dapat berujung pada letusan berbahaya.
Peningkatan aktivitas Gunung Mayon ini mengharuskan masyarakat di sekitar gunung untuk tetap waspada. Larangan memasuki zona bahaya permanen sejauh 6 kilometer tetap diberlakukan demi keselamatan warga.
Peningkatan Aktivitas Vulkanik Terus Terjadi
Phivolcs mencatat 51 gempa vulkanik dan 30 getaran vulkanik yang berlangsung antara 2 hingga 45 menit. Selain itu, ratusan peristiwa longsoran batuan dan enam sinyal arus kepadatan piroklastik juga terdeteksi.
Aliran lava dari kawah Gunung Mayon terus berlanjut, membentang beberapa kilometer di sepanjang jurang Basud, Bonga, dan Mi-isi. Semburan lava berumur pendek juga sempat teramati dari puncak gunung.
Emisi sulfur dioksida pada Jumat (15/5) mencapai 1.482 ton, menunjukkan peningkatan dari level hari sebelumnya. Awan vulkanik yang dihasilkan melayang ke arah barat daya.
Peringatan dan Potensi Bahaya bagi Masyarakat
Pihak berwenang setempat secara tegas melarang siapa pun memasuki zona bahaya permanen sejauh 6 kilometer dari kawah. Larangan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko terhadap keselamatan jiwa.
Selain itu, penerbangan pesawat di dekat area gunung berapi juga dilarang untuk menghindari potensi bahaya. Hal ini mengingat adanya material vulkanik yang mungkin tersebar di udara.
Phivolcs memperingatkan masyarakat sekitar tentang berbagai potensi bahaya yang mengancam. Bahaya tersebut mencakup aliran lava, longsoran batu, arus piroklastik, ledakan sedang, dan lahar yang dipicu oleh hujan lebat.
Sumber: AntaraNews