Erupsi Gunung Semeru: Empat Kali Letusan dalam Sehari, Warga Diminta Waspada
Gunung Semeru erupsi sebanyak empat kali pada Sabtu, 3 Januari 2026, dengan ketinggian letusan mencapai 1 kilometer, memicu status siaga dan peringatan PVMBG.
Erupsi Gunung Semeru: Empat Kali Letusan dalam Sehari, Warga Diminta Waspada
Gunung Semeru, salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, kembali menunjukkan aktivitasnya pada Sabtu, 3 Januari 2026. Tercatat empat kali erupsi terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
Letusan-letusan ini memuntahkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian bervariasi, mencapai puncaknya hingga 1.000 meter di atas puncak kawah. Intensitas letusan teramati dari sedang hingga tebal, dengan arah sebaran abu yang berbeda.
Akibat peningkatan aktivitas ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi keselamatan.
Kronologi Erupsi Gunung Semeru Sepanjang Pagi
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru dimulai pada dini hari Sabtu, 3 Januari 2026, dengan erupsi pertama tercatat pukul 00.51 WIB. Letusan awal ini menghasilkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu tersebut bergerak ke arah utara dengan intensitas sedang.
Setelah jeda singkat, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 05.11 WIB, diikuti erupsi ketiga pukul 05.28 WIB. Pada letusan kedua, tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak, bergerak ke timur laut. Erupsi ketiga menghasilkan kolom abu setinggi 700 meter di atas puncak, dengan sebaran ke arah utara.
Erupsi terakhir yang teramati pada pagi itu terjadi pukul 06.56 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu berwarna putih hingga kelabu berintensitas tebal yang mengarah ke timur laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 120 detik, menunjukkan energi letusan yang signifikan.
Rekomendasi PVMBG dan Zona Bahaya Erupsi
Berdasarkan pantauan aktivitas terkini, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menegaskan bahwa status Gunung Semeru tetap berada pada Level III (Siaga). PVMBG telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting guna menjaga keselamatan warga sekitar. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di area yang berisiko tinggi.
Zona larangan aktivitas utama meliputi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak aman sejauh 13 kilometer dari puncak gunung. Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan ini berlaku karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai 17 kilometer dari puncak.
Kewaspadaan juga harus ditingkatkan terhadap bahaya lontaran batu pijar, sehingga aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru sangat dilarang. PVMBG secara khusus mengingatkan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar.
Bahaya ini mengancam di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Beberapa rekomendasi spesifik dari PVMBG meliputi:
Sumber: AntaraNews