Trivia: 649 Gempa Vulkanik Dangkal dalam 12 Hari, Aktivitas Gunung Lokon Berstatus Siaga
Badan Geologi mencatat 649 gempa vulkanik dangkal di Gunung Lokon periode 3-15 September, menandakan peningkatan aktivitas Gunung Lokon yang kini berstatus Siaga. Apa artinya bagi warga?
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan peningkatan signifikan aktivitas vulkanik di Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Tercatat 649 gempa vulkanik dangkal hanya dalam kurun waktu 3 hingga 15 September 2025, sebuah angka yang mengkhawatirkan.
Peningkatan kegempaan ini menjadi perhatian serius bagi otoritas dan masyarakat sekitar, mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan. Data rekaman menunjukkan adanya lonjakan kejadian gempa vulkanik dangkal secara drastis sejak awal September.
Akibat kondisi ini, tingkat aktivitas Gunung Lokon kini ditetapkan pada Level III atau Siaga, status yang menuntut kewaspadaan tinggi. Masyarakat di sekitar diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti rekomendasi dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.
Peningkatan Signifikan Kegempaan Gunung Lokon
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid A.N., merinci data kegempaan yang terekam selama periode tersebut. Selain 649 gempa vulkanik dangkal, tercatat pula 173 kali gempa embusan, satu kali tremor non harmonik, serta tujuh kali gempa tornillo yang mengindikasikan pergerakan fluida.
Tidak hanya itu, 66 kali gempa vulkanik dalam dan 59 kali gempa tektonik jauh juga terdeteksi oleh alat pemantau. Lima kali tremor menerus turut melengkapi catatan aktivitas seismik Gunung Lokon yang sangat dinamis dan perlu dipantau ketat.
Kegempaan didominasi oleh gempa vulkanik dangkal (VB), menunjukkan adanya pergerakan magma dangkal di bawah permukaan kawah. Peningkatan ini sangat jelas terlihat sejak 2 September 2025, dengan 143 kejadian gempa vulkanik dangkal per hari, jauh di atas rata-rata normal.
Lonjakan jumlah gempa vulkanik dangkal ini menjadi indikator kuat peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung. Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan di bagian permukaan, memerlukan kewaspadaan lebih.
Potensi Ancaman dan Status Siaga Gunung Lokon
Berdasarkan pengamatan visual terbaru, Gunung Lokon menunjukkan embusan asap putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 150 meter di atas kawah. Pada malam hari, tim pemantau bahkan teramati adanya titik api di dasar kawah, sebuah fenomena yang mengindikasikan aktivitas magmatik yang berkelanjutan.
Potensi ancaman bahaya utama aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah kemungkinan keluarnya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah. Selain itu, erupsi freatik yang diakibatkan kontak uap panas magma dengan air hidrotermal juga berpotensi terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda jelas sebelumnya.
Muhammad Wafid A.N. menegaskan bahwa berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 September 2025, tingkat aktivitas Gunung Lokon berada pada Level III (Siaga). Rekomendasi telah disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini untuk memastikan keselamatan warga.
Masyarakat yang tinggal di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya lahar. Ancaman lahar ini sangat mungkin terjadi pada musim penghujan atau saat terjadi hujan deras di puncak dengan durasi yang lama, yang dapat membawa material vulkanik.
Sumber: AntaraNews