Tahukah Anda? Aktivitas Vulkanik Gunung Lokon Masih Tinggi, Status Siaga Level III Ditetapkan
Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, tetap tinggi dengan dominasi gempa dangkal. Status Siaga Level III telah ditetapkan. Apa artinya bagi warga sekitar?
Gunung Lokon yang terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Armando Manguleh, menegaskan bahwa kondisi kegempaan di gunung tersebut masih sangat tinggi dan memerlukan perhatian serius dari masyarakat. Dominasi gempa-gempa dangkal atau gempa permukaan menjadi indikator utama dari peningkatan aktivitas ini.
Peningkatan aktivitas visual juga teramati, di mana kawah gunung yang sebelumnya tidak mengeluarkan asap kini mulai menunjukkan adanya asap. Fenomena ini mengindikasikan adanya peningkatan suhu tanah di sekitar kawah. Kondisi ini menjadi perhatian utama bagi pihak berwenang dalam memantau perkembangan Gunung Lokon secara berkala.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menaikkan status Gunung Lokon dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak Rabu, 3 September, pukul 12.00 WITA. Keputusan ini diambil setelah terjadi lonjakan signifikan dalam jumlah kegempaan harian, yang sebelumnya hanya sekitar tiga kali per hari kini mencapai lebih dari 100 gempa per hari.
Peningkatan Aktivitas dan Data Kegempaan Terbaru
Pengamatan yang dilakukan oleh Pos PGA Lokon menunjukkan tren peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lokon. Pada periode 00.00 hingga 06.00 WITA, tercatat dua kali gempa embusan, 15 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik jauh, disertai tremor menerus. Data ini menunjukkan intensitas pergerakan magma di bawah permukaan.
Lanjutan pengamatan dari pukul 06.00 hingga 12.00 WITA merekam satu kali gempa embusan, 13 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik jauh, dengan tremor yang masih menerus. Angka-angka ini konsisten menunjukkan dominasi gempa dangkal yang menjadi ciri khas peningkatan aktivitas vulkanik.
Pada enam jam berikutnya, yaitu pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, Pos PGA Lokon mencatat lima kali gempa embusan, sembilan kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, dan dua kali gempa tektonik jauh. Tremor menerus tetap menjadi pola yang teramati, mengindikasikan bahwa aktivitas di dalam tubuh gunung masih sangat aktif dan dinamis.
Status Siaga dan Rekomendasi Keselamatan
Dengan tingkat aktivitas Gunung Lokon yang berada pada Level III (Siaga), Badan Geologi telah mengeluarkan rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan. Armando Manguleh berharap agar semua pihak mematuhi rekomendasi tersebut demi keselamatan bersama. Salah satu poin utama adalah larangan mendekati dan melakukan aktivitas di dalam radius 2.5 kilometer dari Kawah Tompaluan.
Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Lokon juga diimbau untuk mengambil langkah antisipasi jika terjadi letusan dan hujan abu. Disarankan untuk tetap berada di dalam rumah guna menghindari paparan langsung. Apabila terpaksa berada di luar ruangan, penggunaan pelindung seperti masker untuk hidung dan mulut, serta kacamata untuk mata, sangat dianjurkan untuk melindungi diri dari abu vulkanik.
Potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon, khususnya saat musim hujan. Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai tersebut diminta untuk selalu siaga dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang. Kesiapsiagaan ini penting untuk meminimalkan risiko dampak dari aktivitas vulkanik yang tidak terduga.
Sumber: AntaraNews