Tak Hanya Jokowi, 5 Ijazah Teman SMA Ikut Disita Polisi
Penyitaan ijazah 5 orang teman SMA Jokowi sebagai tindak lanjut pemeriksaan dugaan ijazah palsu.
5 teman Jokowi semasa SMA ijazahnya ikut disita penyidik Polda Metro Jaya, saat pemeriksaan sebagai saksi di Mapolresta Surakarta, Rabu (23/7), kemarin. Kelima orang itu, Bambang Surojo, Sunardi, Puji, Sigit Haryanto, dan Tri Rasmani.
"Jadi ada 5 orang yang ijazah SMA ikut disita, bahkan termasuk ijazah pak Jokowi untuk diuji forensik di Polda Metro Jaya," ujar Bambang saat ditemui di depan kediaman pribadi Jokowi, Sumber, Solo, Kamis (24/7).
Pemeriksaan tersebut, kata Bambang, sebagai penguatan informasi, seperti yang dilakukan di Bareskrim Mabes Polri beberapa waktu lalu. Namun dalam pemeriksaan kemarin, ada penekanan terkait sejarah SMAN 5 sehingga menjadi SMAN 6.
Kepada penyidik, Bambang menceritakan terkait sejarah SMAN 6 Solo dan SMPP. Meskipun saat pendaftaran berlangsung di SMAN 5 Solo yang lokasinya bersebelahan, ia dan rekan-rekannya, termasuk Jokowi, tercatat sebagai siswa SMAN 6 Solo.
Bambang menjelaskan bahwa pada saat itu mereka mendaftar di SMA Negeri 5 Surakarta yang memiliki 11 kelas. Seiring dengan adanya pengembangan sekolah, kelas 1.1 hingga 1.6 tetap menjadi bagian dari SMA 5, sedangkan kelas 1.7 hingga 1.11 nantinya menjadi SMA 6.
“Karena ruang sekolah kurang, sehingga kelas 1.7 sampai kelas 1.11 masuknya siang, kita menyebutnya SMA 5 siang. Setelah pengembangannya selesai, kami masuk pagi, dan kami menyebut bukan SMA 5 lagi, tapi kami menjadi SMPP atau SMAN 6 Surakarta," ungkap Bambang.
Sigit, salah satu dari 5 orang itu menambahkan, dia dan keempat temannya pada Selasa (22/7), mendapatkan undangan untuk pemeriksaan dari tim penyidik Polda Metro Jaya. Terdapat 95 pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik.
"Dari penyidik kami sudah menjawab sebanyak 95 pertanyaan dengan baik berdasarkan apa yang pada saat itu kami statusnya sebagai siswa SMPP atau SMAN 6. Kami dan pak Jokowi lulus tahun 1980, tepatnya tanggal 30 April," terangnya.
Jawaban dari 95 pertanyaan itu, lanjut Sigit, dijadikan penekanan tim penyidik Polda Metro Jaya. Selain ijazah, bukti autentik yang paling valid yang bisa menguatkan lainnya adalah buku absensi siswa dan lainnya.
"Memang kami ini satu sekolah, satu kelas sama beliau. Seperti itu yang kemarin kami laksanakan dalam BAP di Mapolresta Surakarta," katanya.
Kelima teman sekolah SMA, siang ini sengaja mendatangi kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta untuk menginformasikan bahwa mereka turut dilakukan pemeriksaan.
"Kami sowan ke kediaman bapak Joko Widodo dalam rangka untuk menyampaikan apa yang kemarin kami telah disidik oleh Polda Metro Jaya. Dan dalam hal ini salah satu yang menjadi penambah informasi adalah dilakukannya penyitaan ijazah yang kami miliki," ujar Bambang yang menyebut teman sebangku Jokowi dulu.
Untuk diketahui Jokowi melaporkan total 12 orang terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.
Laporan tersebut diajukan ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2025, dan hingga kini terus berproses di kepolisian hingga masuk tahap penyidikan.