Tahukah Anda? Harga Beras Natuna Aman Terkendali, Satgas Pangan Pastikan Sesuai HET!
Satgas Pangan Polres Natuna melakukan inspeksi mendadak ke toko beras, memastikan Harga Beras Natuna tetap stabil sesuai HET dan stok aman. Apa saja hasil temuan mereka?
Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Resor (Polres) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko beras. Kegiatan ini bertujuan utama untuk memastikan harga jual komoditas pokok tersebut tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain itu, sidak juga berfokus pada pengecekan ketersediaan stok beras agar tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan di wilayah Natuna, mencegah potensi kenaikan harga yang tidak wajar.
Sidak yang dilaksanakan pada Sabtu siang, 25 Oktober, ini dipimpin oleh KBO Satreskrim Polres Natuna Ipda Jemmy Hatmoko. Tim gabungan tersebut melibatkan Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Delly Bayu Putra serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Natuna, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menjaga ketahanan pangan.
Pengecekan Harga dan Stok Beras di Natuna
Dalam kegiatan sidak tersebut, tim gabungan menyambangi beberapa lokasi toko besar di Kecamatan Bunguran Timur, yang merupakan pusat ekonomi di Natuna. Toko-toko seperti Devon Smart Market, Distributor Yafindo Natuna Permata, dan Toko Cahaya Kencana menjadi sasaran utama pengecekan.
Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap harga jual, jumlah stok yang tersedia, jenis-jenis beras yang beredar, serta kualitas beras di pasaran. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau penjualan beras di atas harga yang diizinkan, yang bisa merugikan konsumen.
Kasat Reskrim Polres Natuna, Iptu Ricie Putra, mengungkapkan hasil positif dari sidak ini. "Hasil pengecekan menunjukkan seluruh beras yang dijual masih berada di bawah HET," ujarnya. Harga beras yang ditemukan bervariasi, mulai dari Rp12.000 hingga Rp14.400 per kilogram, mencakup jenis medium dan premium.
Lebih lanjut, Iptu Ricie menambahkan bahwa stok beras di wilayah Natuna diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan. Ini memberikan jaminan ketersediaan pasokan bagi warga, sekaligus menepis kekhawatiran akan kelangkaan atau lonjakan Harga Beras Natuna.
Upaya Menjaga Stabilitas Pangan dan Distribusi
Sidak yang dilakukan oleh Satgas Pangan ini bukan sekadar tindakan represif, melainkan juga langkah pencegahan strategis. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pangan secara berkelanjutan, memastikan tidak ada pelanggaran harga, dan mencegah lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat luas.
Selain peran aktif Polres Natuna, Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Natuna juga terus berupaya keras memastikan ketersediaan beras dan stabilitas harganya di pasaran. Sinergi ini krusial dalam menciptakan ekosistem pangan yang adil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, upaya terbaru akan dilakukan pada Ahad (26/10) dengan melaksanakan operasi pasar di Pantai Piwang. Operasi pasar ini diharapkan dapat memberikan akses langsung kepada masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau dan sesuai HET.
Iptu Ricie juga menegaskan bahwa distribusi beras saat ini berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen. "Distribusi beras saat ini berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen," katanya, memberikan kepastian bahwa pasokan dari distributor hingga ke tangan masyarakat tidak mengalami hambatan berarti.
Sumber: AntaraNews