Sidak Satgas Pangan Polri: Harga Beras Ternate Stabil, Stok Aman Jelang Akhir Tahun!
Tim Satgas Pangan Polri melakukan sidak di Ternate untuk memastikan stabilitas harga beras Ternate dan ketersediaan stok. Hasilnya? Harga stabil dan stok aman!
Tim Satgas Pangan Bareskrim Polri baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai titik di Kota Ternate, Maluku Utara. Sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok, terutama beras, di wilayah tersebut. Kegiatan proaktif ini menjadi langkah penting menjelang akhir tahun.
Dipimpin langsung oleh Ketua Tim Satgas Pangan Bareskrim Polri Kombes Pol Fahmi Arifrianto, sidak berlangsung pada Kamis, 23 Oktober. Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat distributor hingga ke pengecer dan pasar tradisional. Perwakilan Badan Pangan Nasional turut mendampingi kegiatan penting ini.
Hasil sidak menunjukkan kabar baik bagi masyarakat Ternate. Stok beras dilaporkan dalam kondisi aman, dan harga di pasaran relatif stabil. Harga jual beras juga tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pengawasan Menyeluruh dari Hulu ke Hilir
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Bambang Suharyono, menjelaskan bahwa sidak ini mencakup seluruh rantai pasok. Tim Satgas Pangan mengecek ketersediaan dan harga beras Ternate dari distributor hingga ke ritel modern. Bahkan, Pasar Higienis Kota Ternate juga menjadi sasaran pemantauan.
Menurut Kombes Bambang, sidak ini merupakan langkah proaktif untuk mencegah gejolak harga. Tujuannya adalah memastikan stok beras di masyarakat tetap aman dan terkendali. Pengecekan dari hulu ke hilir ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas pangan.
Dalam rombongan sidak, hadir pula Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Malut Kompol Said Aslam S. Kepala Disperindag Provinsi Malut Yudhitya Wahab juga turut serta dalam kegiatan ini. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan koordinasi yang kuat dalam pengawasan pangan.
Stabilitas Harga dan Ketersediaan Stok Terjamin
Hasil peninjauan lapangan memberikan angin segar bagi konsumen di Kota Ternate. Laporan menunjukkan bahwa stok beras di wilayah tersebut berada dalam kondisi aman. Ini berarti pasokan untuk kebutuhan masyarakat cukup memadai.
Selain itu, harga beras di pasaran juga relatif stabil dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Stabilitas harga beras Ternate menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Kompol Said Aslam S.I.K. menegaskan bahwa setiap temuan di lapangan akan segera dikoordinasikan. Koordinasi ini dilakukan dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik. Tujuannya adalah mencegah dampak negatif yang berujung pada kenaikan harga beras.
Langkah Progresif Satgas Pangan untuk Masa Depan
Satgas Pengendalian Harga Beras Polda Malut menunjukkan komitmen kuatnya melalui langkah-langkah progresif. Mereka tidak hanya berhenti pada sidak, tetapi juga merencanakan tindakan lanjutan. Ini termasuk pemberian peringatan kepada distributor yang melanggar ketentuan.
Lebih jauh, Satgas tidak segan merekomendasikan tindakan tegas seperti pencabutan izin usaha. Sanksi ini akan diterapkan jika pelanggaran terus terjadi setelah tenggat waktu perbaikan. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan efek jera dan kepatuhan.
Sidak ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap harga bahan pokok, khususnya beras. Dengan demikian, distribusi dan ketersediaannya tetap terjaga dengan baik. Pengawasan ketat ini sangat krusial menjelang periode akhir tahun.
Sumber: AntaraNews