Satgas Saber Pangan Denpasar Sidak Pasar dan Distributor, Pastikan Harga Stabil Jelang Lebaran dan Nyepi
Satgas Saber Pangan Denpasar menggelar inspeksi mendadak (sidak) di pasar dan distributor pangan untuk memastikan stabilitas harga 14 bahan pokok menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Nyepi.
DENPASAR — Satuan Tugas Sapu Bersih Pangan (Satgas Saber Pangan) Polri baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai lokasi di Denpasar. Kegiatan ini menyasar Pasar Kreneng, sejumlah distributor, serta gudang logistik guna menjaga stabilitas harga 14 bahan kebutuhan pokok penting (bapoting).
Sidak yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari, ini dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi Taufan Dirgantoro. Ia didampingi oleh Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Bali AKBP William Wilman Sitorus, Penjabat Satgas Saber Bapanas (Badan Pangan Nasional) Provinsi Bali Jefri Danang Agusta, serta Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Bali.
Inspeksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengawasi dan memastikan ketersediaan serta harga pangan yang wajar bagi masyarakat, khususnya menjelang hari raya besar keagamaan seperti Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Nyepi.
Fokus Pengawasan Harga dan Stok Pangan
Tim Satgas Saber Pangan Denpasar memfokuskan pemeriksaannya pada beberapa titik strategis. Lokasi sidak meliputi Toko Sari Muncul, Toko Daging Potong Ayam UD Dewi Unggas, dan Toko Rayen yang semuanya berada di Pasar Kreneng.
Selain itu, sidak juga menyasar distributor beras CV Sumber Pangan di Jalan Raya Buluh Indah dan distributor ayam potong UD Agung Chicken Supplier di Jalan Nagasari, Denpasar.
Pengecekan tidak hanya terbatas pada harga di tingkat pedagang, tetapi juga meliputi peninjauan stok dan ketersediaan beras di gudang Bulog, Jalan Raya Sempidi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian harga jual 14 bapoting di lapangan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, serta menjamin ketersediaan stok yang aman.
Hasil Sidak: Harga Stabil, Stok Aman
Dari serangkaian sidak yang telah dilaksanakan, Satgas Saber Pangan tidak menemukan adanya penjualan 14 bapoting yang melebihi HET yang ditetapkan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa harga bahan pokok di Denpasar relatif stabil dan terkendali menjelang momen-momen penting tersebut.
AKBP William Wilman Sitorus menegaskan bahwa kehadiran tim Satgas Saber Pangan Polri di Bali merupakan bukti pengawasan masif. Tujuannya adalah memastikan pelaksanaan tugas Satgas Saber Pangan Gabungan Provinsi Bali selaras dengan program pemerintah pusat dalam penyetaraan harga.
William menambahkan bahwa kegiatan ini juga berfungsi untuk mengidentifikasi kendala di daerah guna menemukan solusi yang tepat. Komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat sangatlah kuat.
Komitmen Berkelanjutan Menjamin Ketersediaan Pangan
Kegiatan sidak ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, serta menciptakan situasi pasar yang kondusif. Ini sangat penting menjelang Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Satgas Saber Pangan Provinsi Bali akan terus melaksanakan kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan pangan secara berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga di seluruh wilayah.
Sebelumnya, Satgas Saber Pangan Provinsi Bali juga telah melakukan inspeksi di berbagai tempat di Kota Denpasar. Beberapa komoditas yang disidak antara lain beras premium, telur ayam ras, MinyaKita, gula putih, cabai rawit merah, dan cabai merah besar. Terhadap temuan barang yang dijual di atas HET, petugas memberikan surat teguran.
Sumber: AntaraNews