Perkuat Literasi Digital Lansia, ANTARA Bali Edukasi Tangkal Hoaks
ANTARA Biro Bali gencar perkuat Literasi Digital Lansia di Denpasar, bekali mereka kemampuan tangkal hoaks dan informasi menyesatkan di era digital agar lebih berdaya dan mandiri.
Kantor Berita ANTARA Biro Bali secara aktif memperkuat kapasitas warga lanjut usia (lansia) di Denpasar. Program ini bertujuan membekali mereka dengan kemampuan menangkal hoaks melalui edukasi literasi media yang komprehensif. Inisiatif ini penting mengingat lansia merupakan kelompok yang rentan terpapar gangguan informasi di era digital saat ini.
Edukasi ini dilaksanakan di Kantor Perbekel Tegal Harum, Monang Maning, Denpasar, pada Sabtu, 4 Juli. Sebanyak 55 orang lansia yang tergabung dalam pendidikan informal Sekolah Lansia Wredha Harum Mahottama menjadi peserta utama. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya ANTARA untuk menciptakan masyarakat yang lebih kritis dan tidak mudah termakan informasi palsu.
Kepala ANTARA Biro Bali, Ardi Irawan, menyatakan harapannya agar lansia menjadi lebih berdaya dan mandiri. Mereka diharapkan tidak lagi rentan terpapar informasi viral yang belum terverifikasi kebenarannya. Program literasi ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi lansia untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
Meningkatkan Kemandirian Lansia di Era Digital
Program literasi media yang digagas ANTARA Biro Bali menyasar lansia sebagai kelompok prioritas. Tujuannya adalah untuk memastikan program literasi menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan, melengkapi target audiens seperti pelajar dan mahasiswa. Derasnya arus informasi di ruang digital saat ini menuntut optimalisasi literasi untuk mencegah paparan informasi menyesatkan, yang berpotensi menimbulkan polarisasi di masyarakat.
Ardi Irawan menekankan pentingnya membangun kembali cara berpikir kritis lansia. Hal ini agar mereka tidak mudah terpapar hoaks yang menyesatkan dan merugikan masyarakat luas. "Kami ingin membangun kembali cara berpikir kritis lansia agar tidak mudah terpapar hoaks yang menyesatkan dan merugikan masyarakat," imbuhnya.
Kegiatan edukasi ini juga merupakan realisasi dari program literasi menangkal hoaks kepada lansia. Pewarta ANTARA Biro Bali, Dewa Ketut Sudiarta Wiguna, menyampaikan materi setelah meraih beasiswa studi singkat Australia Awards 2026 di the University of Queensland. Studi tersebut berfokus pada tantangan mis dan disinformasi, menumbuhkan integritas informasi, serta literasi media di era digital.
Materi Edukasi Komprehensif dan Interaktif
Materi yang disampaikan dalam program Literasi Digital Lansia ini mencakup pemahaman mendalam tentang hoaks atau informasi palsu. Peserta diajak memahami gangguan informasi seperti misinformasi, disinformasi, dan malinformasi. Penjelasan ini membantu lansia membedakan jenis-jenis informasi yang tidak akurat atau menyesatkan.
Selain itu, disampaikan pula tips praktis untuk mencegah paparan hoaks. Tips tersebut meliputi memperkaya referensi informasi dari berbagai sumber terpercaya. Pemanfaatan sederhana dari teknologi kecerdasan buatan (AI) juga diperkenalkan sebagai alat bantu verifikasi informasi.
Kegiatan literasi ini dirancang secara interaktif melalui diskusi yang melibatkan partisipasi aktif peserta. Para lansia yang rata-rata berusia 60-75 tahun antusias mengikuti setiap sesi. Suasana edukasi dibuat menyenangkan dengan menampilkan contoh visual berupa foto dan video, diselingi kuis, peregangan tubuh, dan diakhiri dengan aktivitas menyanyi bersama untuk menjaga semangat.
Dampak Positif dan Apresiasi dari Komunitas
Sekretaris Desa Tegal Harum, Ida Ayu Putu Cahya Sugiantari, mewakili Perbekel desa setempat, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia mengapresiasi kontribusi ANTARA Biro Bali dalam mendukung lansia agar tetap sehat, aktif, produktif, dan memiliki semangat yang tinggi. "Literasi ini menambah daya tahan lansia dan mendorong kualitas hidup lansia lebih baik," ucapnya.
Di sisi lain, sejumlah lansia juga menyambut baik edukasi yang diberikan. Mereka merasa pemahaman dan kemampuan mereka dalam mencegah paparan hoaks semakin bertambah. Bahkan, beberapa peserta berencana membagikan literasi ini kembali kepada keluarga dan komunitas terdekat mereka.
Widowati Sugandi, salah satu peserta lansia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu mereka menanggapi hoaks yang kini menjadi momok. "Kami bisa ketuk tular kepada anak cucu agar informasi tidak ditelan mentah-mentah," ucapnya. Hal senada disampaikan Pramono, lansia berusia 74 tahun, yang merasa inisiatif ini menambah pengetahuan dan kapasitas mereka dalam mengisi masa tua secara produktif.
Sumber: AntaraNews