Perkuat Literasi Digital, Tanoker dan Mafindo Ajak Lintas Generasi di Jember Lebih Bijak Berteknologi
Komunitas Tanoker dan Mafindo berkolaborasi memperkuat literasi digital lintas generasi di Jember, mengajak anak hingga lansia lebih bijak menggunakan teknologi dan AI.
Komunitas Tanoker dan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) berkolaborasi menggelar kegiatan literasi digital di Jember. Inisiatif ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat lintas generasi terhadap penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Mereka mengajak anak-anak hingga warga lanjut usia untuk lebih bijak dan kritis dalam berinteraksi dengan dunia maya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 22-23 November 2023, diadakan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Melalui format "digital talk", diskusi santai namun mendalam diselenggarakan untuk membahas berbagai topik penting. Fokus utamanya adalah literasi digital, media sosial, serta pengenalan dasar tentang Akal Imitasi (AI).
Pendiri Tanoker, Farha Ciciek, menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang belajar yang ramah dan inklusif. Tujuannya agar seluruh lapisan masyarakat tidak tertinggal dalam memahami pesatnya perkembangan teknologi. Ini menjadi upaya kolektif untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman bagi semua.
Pentingnya Peningkatan Pemahaman Digital Lintas Generasi
Pentingnya literasi digital semakin terasa di tengah perkembangan teknologi yang pesat, termasuk hadirnya Akal Imitasi (AI). Teknologi ini menawarkan banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, dari pendidikan hingga aktivitas sehari-hari, namun juga membawa tantangan yang signifikan. Masyarakat dari berbagai kalangan perlu dibekali pemahaman yang bijak.
Tanpa pemahaman yang tepat, kemudahan yang ditawarkan teknologi justru bisa menimbulkan kerugian bagi individu maupun komunitas. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi pembuka ruang belajar lintas generasi yang krusial. Anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia diajak untuk belajar bersama dalam memperkuat literasi digital mereka.
Farha Ciciek berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang ramah, inklusif, dan menyenangkan bagi semua peserta. Ini mencakup anak-anak, remaja, para ibu bapak, kakek nenek, dan seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman tentang literasi digital dan mengajak penggunaan media sosial yang bijak.
Sesi Edukasi Beragam untuk Berbagai Kalangan
Kegiatan ini dirancang dengan sesi yang disesuaikan untuk berbagai kelompok usia guna memaksimalkan dampak literasi digital. Sesi Literasi Digital Anak dipandu bersama Inayah Sri Wardhani, melibatkan 50 anak dan remaja di wilayah Jember. Mereka diajak memahami dasar-dasar penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab.
Selanjutnya, Sarasehan Digital melibatkan 25 pemuda dari Komunitas Muda Tanoker Ledokombo. Sesi ini menghadirkan Dimas Fadhilah A.S. untuk topik AI, Laurensius Raka Y. untuk Cek Fakta, dan Rovien Aryunia untuk Etika Digital. Diskusi ini memperdalam pemahaman pemuda tentang aspek-aspek krusial dunia maya dan tantangan digital.
Tidak ketinggalan, kelas khusus Bersama Lansia juga diselenggarakan untuk 50 orang ibu dan lansia. Rovien Aryunia membahas Etika Digital, Dimas Fadhilah A.S. mengenalkan AI, dan Laurensius Raka Y. fokus pada Cek Fakta. Sesi ini bertujuan mengenalkan manfaat dan risiko AI, serta mendukung ekosistem digital yang sehat.
Melalui pendekatan ini, ibu-ibu dan lansia diajak mengobrol santai tentang AI, mengenalkan manfaat serta risiko penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman bagi semua pengguna, tanpa terkecuali.
Sumber: AntaraNews