Polda Lampung Pastikan Harga Beras Sesuai HET di Pasar dan Supermarket
Polda Lampung giat inspeksi pasar dan pusat perbelanjaan di Bandarlampung demi pastikan harga beras di Lampung sesuai HET. Hasilnya, semua pedagang patuh aturan.
Polda Lampung bersama sejumlah instansi terkait baru-baru ini melakukan inspeksi menyeluruh ke berbagai pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Kota Bandarlampung. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa harga komoditas utama, khususnya harga beras di Lampung, tetap stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Inspeksi tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Badan Pangan Nasional, Bulog Lampung, serta anggota Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung. Mereka menyasar sejumlah lokasi strategis seperti Pasar Kangkung, Pasar Pasir Gintung, Pasar Tugu, Supermarket Gelael, Supermarket Chandra, dan Indogrosir Lampung.
Tujuan utama dari kegiatan pengawasan ini adalah untuk mencegah adanya praktik penimbunan atau penjualan di atas HET yang dapat merugikan konsumen. Pengecekan dilakukan secara langsung ke kios pedagang dan bagian distribusi di setiap lokasi yang didatangi oleh tim gabungan untuk memantau harga dari hulu ke hilir.
Upaya Menjaga Stabilitas Harga Pangan di Lampung
Pengawasan rutin ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga stabilitas harga pangan. Kombes Pol Yuni Iswandari, Kabid Humas Polda Lampung, menegaskan bahwa beras merupakan komoditas utama masyarakat yang harganya harus terjaga. "Pengawasan rutin ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras yang termasuk komoditas utama masyarakat," kata Kombes Pol Yuni Iswandari di Bandarlampung.
Pihaknya ingin memastikan seluruh pedagang mematuhi ketentuan harga yang berlaku. Hal ini dilakukan agar tidak ada celah bagi permainan harga yang berpotensi merugikan konsumen di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat. Kepatuhan pedagang terhadap HET harga beras menjadi fokus utama inspeksi.
Lokasi yang menjadi target pengawasan meliputi pasar-pasar tradisional yang menjadi sentra distribusi utama, seperti Pasar Kangkung, Pasar Pasir Gintung, dan Pasar Tugu. Selain itu, pusat perbelanjaan modern seperti Supermarket Gelael, Supermarket Chandra, dan Indogrosir Lampung juga tidak luput dari perhatian tim inspeksi.
Keterlibatan berbagai dinas dan lembaga seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Pangan Nasional, dan Bulog Lampung menunjukkan sinergi yang kuat. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas pengawasan dan penegakan aturan terkait harga beras di Lampung.
Hasil Inspeksi: Harga Beras Sesuai HET di Seluruh Lokasi
Proses pengecekan dilakukan secara komprehensif, mulai dari kios pedagang hingga bagian distribusi di setiap lokasi. Ini mencakup pemantauan harga dari hulu ke hilir, pemeriksaan stok, dan rantai pasok. Langkah ini penting untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini dan memastikan ketersediaan komoditas ini.
Hasil pemantauan yang dilakukan tim gabungan menunjukkan perkembangan positif. "Hasil pemantauan menunjukkan seluruh pedagang dan distributor di pasar tradisional menjual beras sesuai HET. Di tiga pasar yang kami datangi, tidak ditemukan pedagang ataupun distributor yang menjual beras di atas HET,” jelas Kombes Pol Yuni Iswandari.
Situasi serupa juga ditemukan di pusat perbelanjaan modern yang diinspeksi. Supermarket Gelael, Supermarket Chandra, dan Indogrosir Lampung dilaporkan menjual beras sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak ada satu pun dari pusat perbelanjaan tersebut yang menjual komoditas beras di atas batas HET yang ditetapkan.
Polda Lampung bersama instansi terkait menegaskan komitmen mereka untuk melanjutkan pengawasan secara berkala. "Pengawasan akan terus kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga, terutama menjelang masa-masa dengan potensi peningkatan kebutuhan masyarakat,” tambah Kombes Pol Yuni Iswandari. Hal ini penting untuk menjaga agar harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews