PIHPS Nasional Rilis Harga Pangan Terbaru: Cabai Rawit Tembus Rp84 Ribu, Daging Ayam Rp41 Ribu
PIHPS Nasional merilis data harga pangan terkini di tingkat eceran. Cabai rawit merah tembus Rp84.550/kg, daging ayam Rp41.950/kg. Ketahui rincian harga komoditas lainnya.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola oleh Bank Indonesia, telah merilis data terbaru mengenai harga pangan strategis di seluruh Indonesia. Data ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memantau fluktuasi harga komoditas pokok. Pembaruan harga ini disampaikan pada Sabtu, 14 Maret, pukul 09.43 WIB, menunjukkan dinamika pasar yang perlu dicermati.
Laporan tersebut menyoroti beberapa komoditas utama yang mengalami pergerakan harga signifikan di tingkat pedagang eceran. Salah satu yang paling mencolok adalah harga cabai rawit merah yang mencapai Rp84.550 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras juga tercatat cukup tinggi, yakni Rp41.950 per kilogram, mempengaruhi daya beli konsumen.
Selain cabai dan daging ayam, PIHPS juga memaparkan harga komoditas penting lainnya seperti bawang merah, bawang putih, dan berbagai kualitas beras. Informasi ini bertujuan untuk memberikan transparansi dan membantu masyarakat dalam perencanaan belanja sehari-hari. Data ini juga dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan stabilisasi harga pangan.
Fluktuasi Harga Cabai dan Bawang
Komoditas cabai menunjukkan variasi harga yang cukup beragam di pasaran nasional. Cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan harga Rp84.550 per kilogram, mencerminkan tingginya permintaan atau pasokan yang terbatas. Kondisi ini seringkali menjadi pemicu inflasi di sektor pangan.
Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga cabai merah besar sebesar Rp48.150 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp47.300 per kilogram. Harga cabai rawit hijau juga tidak kalah tinggi, mencapai Rp55.000 per kilogram. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh jenis, kualitas, dan daerah asal komoditas.
Sementara itu, harga bawang merah tercatat Rp44.100 per kilogram, menunjukkan stabilitas relatif dibandingkan cabai. Bawang putih juga berada pada level Rp40.500 per kilogram. Kedua komoditas bumbu dapur ini merupakan kebutuhan pokok yang harganya selalu dipantau ketat oleh konsumen.
Harga Daging, Telur, dan Beras Berbagai Kualitas
Sektor protein hewani juga menunjukkan pergerakan harga yang patut diperhatikan. Daging ayam ras berada di angka Rp41.950 per kilogram, menjadi salah satu bahan pangan penting bagi rumah tangga. Ketersediaan pasokan dan biaya pakan seringkali menjadi faktor penentu harga daging ayam.
Untuk daging sapi, PIHPS melaporkan harga daging sapi kualitas I mencapai Rp146.600 per kilogram, sedangkan kualitas II di harga Rp138.550 per kilogram. Telur ayam ras juga tercatat Rp33.050 per kilogram, menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dari harga normal. Harga komoditas ini sangat sensitif terhadap hari raya dan musim liburan.
Beras sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia juga memiliki variasi harga berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I dan II sama-sama di harga Rp14.500 per kilogram. Beras kualitas medium I dan II masing-masing Rp15.950 per kilogram dan Rp15.850 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas super I tercatat Rp17.200 per kilogram, dan beras kualitas super II Rp16.750 per kilogram. Perbedaan harga ini mencerminkan preferensi konsumen terhadap jenis beras dan kualitas yang ditawarkan di pasar.
Komoditas Lainnya: Gula dan Minyak Goreng
Selain komoditas utama di atas, harga gula dan minyak goreng juga menjadi perhatian penting. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.950 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal sedikit lebih rendah di Rp18.700 per kilogram. Harga gula seringkali dipengaruhi oleh kebijakan impor dan produksi dalam negeri.
Untuk minyak goreng, PIHPS mencatat harga minyak goreng curah sebesar Rp19.350 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I berada di harga Rp22.850 per liter, dan kemasan bermerek II di harga Rp21.850 per liter. Fluktuasi harga minyak goreng seringkali dikaitkan dengan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) global.
Data harga pangan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi konsumen dalam membuat keputusan pembelian yang cerdas. Pemerintah juga dapat menggunakan informasi ini untuk merumuskan strategi stabilisasi harga dan memastikan ketersediaan pasokan. Pemantauan berkelanjutan sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
Sumber: AntaraNews