Jakarta, 3 Januari 2026 – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola oleh Bank Indonesia, melaporkan perkembangan terbaru harga sejumlah komoditas pangan pokok di tingkat pedagang eceran secara nasional. Data per Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 08.36 WIB, menunjukkan adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas strategis yang menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.
Dalam laporan tersebut, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp67.300 per kilogram (kg), sementara harga telur ayam ras berada di angka Rp32.750 per kg. Angka-angka ini mencerminkan kondisi pasar pangan di awal tahun, yang seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari pasokan, permintaan, hingga biaya distribusi.
Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, PIHPS Nasional juga memantau harga komoditas penting lainnya seperti bawang merah, bawang putih, beras dengan berbagai kualitas, daging ayam dan sapi, gula pasir, serta minyak goreng. Informasi ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pembuat kebijakan dalam memahami dinamika pasar pangan.
Advertisement
Advertisement
Komoditas cabai menunjukkan variasi harga yang signifikan di pasar eceran nasional. Cabai rawit merah menjadi yang termahal dengan harga Rp67.300 per kg. Sementara itu, cabai merah besar tercatat Rp47.150 per kg, cabai merah keriting Rp49.100 per kg, dan cabai rawit hijau Rp62.800 per kg.
Selain cabai, harga bumbu dapur utama lainnya juga terpantau. Bawang merah dijual seharga Rp50.350 per kg, dan bawang putih berada di kisaran Rp40.400 per kg. Kestabilan harga komoditas ini sangat krusial mengingat perannya sebagai bahan pokok dalam masakan sehari-hari.
Dinamika harga cabai dan bawang ini sering kali dipengaruhi oleh faktor musim, cuaca, serta kelancaran distribusi dari sentra produksi ke pasar konsumen. Kenaikan harga dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan inflasi.
Advertisement
Advertisement
Beras, sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia, juga menunjukkan variasi harga berdasarkan kualitasnya. PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I sebesar Rp14.400 per kg, dan kualitas bawah II sedikit lebih rendah di Rp14.350 per kg.
Untuk beras kualitas menengah, harga beras kualitas medium I berada di Rp15.900 per kg, sedangkan kualitas medium II seharga Rp15.750 per kg. Harga beras ini menunjukkan stabilitas relatif di awal tahun, meskipun tetap perlu diwaspadai terhadap potensi kenaikan.
Sementara itu, beras kualitas premium juga memiliki rentang harga yang berbeda. Beras kualitas super I tercatat Rp17.050 per kg, dan beras kualitas super II di harga Rp16.600 per kg. Pemantauan harga beras secara berkelanjutan sangat penting untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Sektor protein hewani juga menjadi fokus pemantauan harga pangan nasional. Harga daging ayam ras dilaporkan sebesar Rp41.500 per kg. Untuk daging sapi, kualitas I tercatat Rp141.900 per kg, dan kualitas II di harga Rp134.250 per kg.
Komoditas gula pasir juga memiliki dua kategori harga. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.800 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp18.200 per kg. Perbedaan harga ini biasanya terkait dengan merek, kemasan, dan proses produksi.
Terakhir, harga minyak goreng, baik curah maupun kemasan, juga dipantau ketat. Minyak goreng curah dijual Rp18.900 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp22.550 per liter, dan kemasan bermerek II di harga Rp21.450 per liter. Stabilitas harga minyak goreng menjadi perhatian utama karena merupakan kebutuhan pokok rumah tangga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews