PIHPS Rilis Data Terbaru: Harga Komoditas Pangan Utama, Cabai Rawit dan Telur Ayam Alami Perubahan
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terkini harga komoditas pangan strategis. Simak detail kenaikan harga cabai rawit dan telur ayam yang kini mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, di bawah pengelolaan Bank Indonesia, baru-baru ini merilis data terbaru mengenai pergerakan harga sejumlah komoditas pangan strategis di seluruh Indonesia. Data ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk memantau stabilitas ekonomi. Laporan tersebut mencakup berbagai jenis bahan pokok yang menjadi kebutuhan sehari-hari.
Menurut laporan yang dilansir pada Sabtu, 15 November, pukul 10.14 WIB, beberapa komoditas menunjukkan harga yang signifikan di tingkat pedagang eceran. Perhatian utama tertuju pada cabai rawit merah yang mencapai Rp42.700 per kilogram, serta telur ayam ras yang kini dibanderol Rp31.450 per kilogram. Fluktuasi harga ini tentu berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Informasi ini penting untuk diketahui oleh konsumen agar dapat merencanakan pengeluaran belanja dengan lebih bijak, serta bagi pelaku usaha untuk mengantisipasi perubahan biaya produksi. Data PIHPS secara rutin memberikan gambaran kondisi pasar pangan nasional.
Fluktuasi Harga Cabai dan Telur Ayam Ras di Pasar Nasional
Pergerakan harga komoditas pangan jenis cabai dan telur ayam ras menjadi sorotan utama dalam rilis PIHPS terbaru. Cabai rawit merah tercatat berada pada level Rp42.700 per kilogram, menunjukkan adanya dinamika harga yang perlu diwaspadai. Angka ini mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan di berbagai daerah.
Selain cabai rawit merah, PIHPS juga melaporkan harga telur ayam ras yang tidak kalah penting. Komoditas protein hewani ini kini mencapai Rp31.450 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional. Kenaikan harga telur ayam seringkali dipengaruhi oleh biaya pakan dan distribusi.
Jenis cabai lainnya juga menunjukkan harga yang bervariasi. Cabai merah besar dijual seharga Rp57.150 per kilogram, sementara cabai merah keriting berada di angka Rp54.300 per kilogram. Cabai rawit hijau juga terpantau di harga Rp37.550 per kilogram, melengkapi daftar harga komoditas pedas ini.
Perkembangan Harga Bawang dan Beras Berbagai Kualitas
Data PIHPS juga merinci harga komoditas pangan pokok lainnya seperti bawang dan beras. Bawang merah tercatat di harga Rp41.600 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp38.600 per kilogram. Kedua bumbu dapur utama ini seringkali mengalami perubahan harga berdasarkan musim panen.
Untuk beras, PIHPS membagi berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.450 per kilogram, dan kualitas bawah II Rp14.250 per kilogram. Ini menunjukkan adanya pilihan bagi konsumen dengan anggaran berbeda.
Beras kualitas medium I berada di harga Rp15.900 per kilogram, sementara kualitas medium II sedikit lebih rendah di Rp15.700 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I tercatat Rp17.100 per kilogram dan kualitas super II di harga Rp16.600 per kilogram. Variasi harga ini penting untuk dipahami oleh masyarakat.
Daftar Harga Komoditas Pangan Lain yang Dipantau PIHPS
Selain komoditas utama, PIHPS juga memantau harga komoditas pangan penting lainnya yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Daging ayam ras tercatat di harga Rp37.850 per kilogram, menunjukkan stabilitas relatif dibandingkan beberapa komoditas lain. Daging sapi juga memiliki dua kategori harga.
Daging sapi kualitas I dibanderol Rp140.700 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II sedikit lebih murah di harga Rp132.650 per kilogram. Perbedaan harga ini seringkali didasarkan pada bagian daging dan kualitas potongannya.
Gula pasir juga menjadi perhatian, dengan gula pasir kualitas premium di harga Rp19.800 per kilogram dan gula pasir lokal Rp18.050 per kilogram. Minyak goreng pun memiliki variasi harga, yaitu minyak goreng curah Rp18.600 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp22.450 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II Rp21.400 per liter.
Sumber: AntaraNews