Tahukah Anda? Bupati Gowa Tawarkan Pasokan Bahan Pokok Perseroda untuk Sukseskan Program MBG Gowa
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menawarkan pasokan bahan pokok dari Perseroda Gowa Maju ke SPPG untuk Program MBG Gowa. Bagaimana upaya ini menekan stunting dan meningkatkan ekonomi lokal?
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, secara proaktif menawarkan pasokan bahan pokok dari Perseroda Gowa Maju. Penawaran ini ditujukan kepada mitra dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat di Gowa, Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program gizi masyarakat.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan di Kabupaten Gowa. Melalui kerja sama ini, diharapkan bahan pokok seperti beras, telur, dan lauk pauk dapat disuplai secara berkelanjutan. Bahan-bahan tersebut semuanya dihasilkan oleh petani lokal, sehingga turut membantu perekonomian daerah.
Penawaran ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan petani. Bupati menargetkan 73 dapur aktif dapat terlibat dalam program ini. Tujuannya adalah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan secara signifikan menekan angka stunting di Gowa.
Sinergi Perseroda Gowa Maju untuk Ketahanan Pangan Lokal
Perseroda Gowa Maju, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), membuka peluang kerja sama dengan pemilik dapur. Mereka siap menyuplai berbagai bahan pokok untuk Program MBG Gowa. Ini termasuk beras, telur, lauk pauk, dan kebutuhan lainnya yang esensial.
Sitti Husniah Talenrang menegaskan bahwa semua stok bahan pokok yang disediakan oleh Perseroda Gowa Maju berasal dari petani lokal. Keterlibatan Koperasi Merah Putih (KMP) juga diharapkan dapat membantu petani dalam memasarkan hasil panen mereka. Ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung dan berkelanjutan.
Plt Dirut Perseroda Gowa Maju, Ardiansyah, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi motor penggerak ekonomi daerah. “Kami berkomitmen menyediakan bahan pangan segar, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat Gowa, terutama untuk mendukung Program MBG,” katanya. Mereka berkomitmen penuh untuk mendukung kebijakan pembangunan sosial, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan gizi.
Target dan Dampak Program MBG Gowa dalam Penurunan Stunting
Program MBG Gowa memiliki target ambisius untuk mengaktifkan 73 dapur guna mendukung penyediaan makanan bergizi. Saat ini, sebanyak 354 sekolah di Kabupaten Gowa telah menerima bantuan makanan bergizi gratis. Ini mencakup 112 taman kanak-kanak, 130 sekolah dasar, 69 sekolah menengah pertama, dan 43 sekolah menengah atas.
Meskipun demikian, Bupati Gowa mengakui bahwa baru 45 dapur yang beroperasi aktif penuh dari target yang ditetapkan. Fokus utama dari Program MBG Gowa adalah menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Selain itu, program ini secara spesifik berupaya menekan angka stunting di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.
Bupati Sitti Husniah Talenrang secara rutin turun langsung meninjau pelaksanaan MBG di setiap sekolah. “Kami turun langsung ke lapangan melihat bagaimana pemenuhan gizi anak melalui MBG ini, sekaligus mendengarkan langsung keinginan anak-anak kita sebagai penerima manfaat,” jelasnya. Kunjungan ini penting untuk memastikan program berjalan efektif dan mendengarkan masukan dari para siswa penerima manfaat.
Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh pihak untuk mengawal pelaksanaan Program MBG Gowa dengan sungguh-sungguh. “Saya yakin, dengan kerja sama yang solid, dengan semangat gotong royong, dan dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, kita mampu menghadirkan generasi Gowa yang tumbuh sehat, cerdas dan berkarakter,” ucapnya. Tujuannya adalah agar program ini tepat sasaran, berkualitas, dan dapat berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews