712 Dapur SPPG Lampung Aktif Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Serap Ribuan Tenaga Kerja
Sebanyak 712 Dapur SPPG Lampung kini aktif beroperasi di 15 kabupaten dan kota, melayani Program Makan Bergizi Gratis serta menciptakan puluhan ribu lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan progres signifikan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Lampung. Hingga saat ini, sebanyak 712 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lampung telah aktif beroperasi. Keberadaan dapur-dapur ini tersebar di 15 kabupaten dan kota, menjadi tulang punggung dalam penyediaan asupan gizi bagi masyarakat penerima manfaat.
Operasional Dapur SPPG Lampung ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, sejalan dengan target nasional program MBG. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mencegah stunting, serta memberdayakan ekonomi lokal.
Saipul, Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Lampung, mengungkapkan bahwa jumlah dapur aktif ini mencapai 90 persen dari total target 798 dapur yang direncanakan. Pencapaian ini tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang substansial dengan penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan komunitas.
Optimalisasi Dapur SPPG untuk Makan Bergizi Gratis
Saat ini, 712 dapur SPPG di Lampung telah aktif melayani Program Makan Bergizi Gratis, menjangkau 15 kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Angka ini merepresentasikan 90 persen dari target awal 798 dapur yang akan beroperasi di Lampung.
Menurut Saipul, akan ada penambahan sekitar 80 unit dapur SPPG, khususnya yang berlokasi di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Ekspansi ini menunjukkan komitmen untuk memastikan pemerataan akses gizi di seluruh pelosok Lampung.
Secara nasional, program MBG telah menunjukkan percepatan yang masif, dengan pembangunan 19.188 SPPG selama tahun 2025 dari hanya 190 SPPG di awal tahun. Hal ini menegaskan bahwa Dapur SPPG Lampung adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk mencapai target 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Keberadaan 712 Dapur SPPG Lampung tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Saipul menjelaskan bahwa setiap dapur SPPG mampu mempekerjakan 4 hingga 7 orang. Dengan asumsi tersebut, total tenaga kerja yang terserap di Lampung melalui operasional dapur ini mencapai sekitar 30.000 orang.
Penyerapan tenaga kerja yang signifikan ini secara langsung membangun ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Program ini juga berupaya menyerap bahan baku pangan lokal setiap harinya, menciptakan rantai pasok yang mendukung petani dan UMKM di Lampung.
Inisiatif ini sejalan dengan tujuan nasional Program MBG yang tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga pada pemberdayaan UMKM dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, Dapur SPPG Lampung berkontribusi ganda, baik dalam aspek kesehatan maupun ekonomi.
Sumber: AntaraNews