Program SPPG Madiun: 38 Dapur Gizi Beroperasi, Sasar 109 Ribu Penerima Manfaat
Bupati Madiun umumkan 38 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif, melayani 109 ribu penerima manfaat Program SPPG Madiun. Inisiatif ini penting tekan stunting.
Sebanyak 38 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah beroperasi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, per 13 Februari 2026. Fasilitas ini didirikan untuk menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat. Program ini melayani sekitar 109 ribu penerima manfaat di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyatakan bahwa penerima manfaat Program MBG mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Pernyataan ini disampaikan Bupati Hari Wuryanto saat peresmian SPPG Ketiga Polres Madiun di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.
Dapur sehat SPPG ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung program pemerintah pusat. Tujuan utamanya adalah menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.
Peran Strategis SPPG dalam Peningkatan Gizi Masyarakat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Bupati Hari Wuryanto menegaskan, "Kita sudah ada 38 SPPG yang beroperasi untuk menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG). Yang sudah mendapatkan MBG itu sekitar 109.000 penerima manfaat." Angka ini menunjukkan cakupan program yang luas dan berdampak signifikan.
Penerima manfaat program ini sangat beragam, mulai dari anak-anak usia dini hingga remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan, serta ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan asupan gizi optimal. Inisiatif ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Keberadaan dapur sehat SPPG menjadi fondasi penting dalam menyokong program pemerintah pusat untuk mengatasi masalah gizi. Ini termasuk upaya serius dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan nasional. Selain itu, program ini juga berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi aset bangsa di masa mendatang.
Pengawasan dan Standar Higienitas Dapur SPPG
Untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan, seluruh dapur SPPG diwajibkan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kepatuhan terhadap SOP ini sangat penting untuk menjamin makanan yang disajikan higienis dan sehat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun memiliki peran aktif dalam melakukan pemantauan rutin terhadap operasional SPPG. Bupati Hari Wuryanto menekankan, "Satgas dari MBG terutama dari Dinas Kesehatan akan selalu memantau SPPG. Mohon nanti juga diterima dengan baik karena mereka akan membantu supaya makanan dari SPPG ini betul-betul higienis dan sehat."
Pemantauan yang ketat ini bertujuan untuk menjaga standar kebersihan dan kualitas bahan baku serta proses pengolahan makanan. Dengan demikian, setiap hidangan yang sampai ke tangan penerima manfaat terjamin mutunya. Hal ini juga memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan awal, yaitu memberikan asupan gizi terbaik.
Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Emas 2045
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, menyoroti pentingnya sinergisitas antara Polri dan pemerintah daerah dalam program ini. Menurutnya, SPPG Polres Madiun merupakan bukti nyata komitmen bersama untuk mencapai swasembada pangan dan mempersiapkan generasi emas tahun 2045.
AKBP Kemas Indra Natanegara menjelaskan bahwa pembangunan dapur ini berfungsi sebagai infrastruktur pendukung di sektor pendidikan. "Pembangunan dapur ini berperan sebagai infrastruktur pendukung di sektor pendidikan. Jadi, tugasnya adalah memenuhi gizi anak agar peningkatan SDM bisa dimaksimalkan," ujarnya.
SPPG Ketiga Polres Madiun sendiri direncanakan akan melayani sebanyak 1.885 penerima manfaat. Oleh karena itu, pengawasan ketat terhadap operasionalnya sangat diperlukan agar selalu sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Dukungan ini diharapkan mampu mengoptimalkan peningkatan gizi anak sekolah sekaligus menyukseskan program pemerintah pusat.
Sumber: AntaraNews