Polda Sumsel Percepat Pembangunan SPPG, Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis Prabowo
Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mempercepat pembangunan 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. Simak progres dan dampaknya bagi masyarakat!
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) tengah gencar mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayahnya. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bagian dari Astacita.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menyatakan bahwa hingga 13 Februari 2026, sebanyak 19 unit SPPG telah resmi beroperasi. Fasilitas ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Selatan, menjangkau 47.136 penerima manfaat.
Pembangunan SPPG bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi dan ketahanan pangan masyarakat, khususnya bagi siswa dari jenjang PAUD hingga SMA. Seluruh operasional SPPG berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 dengan standar keamanan pangan ketat.
Progres Pembangunan SPPG di Sumatera Selatan
Hingga pertengahan Februari 2026, 19 unit SPPG telah aktif melayani puluhan ribu penerima manfaat di berbagai daerah di Sumsel. Unit-unit ini termasuk tiga lokasi awal yang beroperasi sejak Agustus 2025, yakni SPPG Polda Sumsel di Palembang, Polres Ogan Komering Ilir (OKI), dan Polres Ogan Ilir.
Sebanyak 16 unit baru diresmikan pada Februari 2026, meliputi daerah seperti Empat Lawang, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan OKU Timur. Keberadaan SPPG ini menunjukkan komitmen Polda Sumsel dalam mendukung program MBG untuk penguatan kualitas sumber daya manusia.
Selain unit yang sudah beroperasi, lima unit SPPG lainnya telah terverifikasi oleh Badan Gizi Nasional dan siap untuk segera beroperasi. Sementara itu, 31 unit sisanya masih dalam tahap pembangunan intensif, dengan progres fisik mencapai antara 40 hingga 95 persen.
Polda Sumsel menargetkan seluruh 55 unit SPPG dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat sebagai bagian dari komitmen mendukung peningkatan kualitas gizi dan ketahanan pangan.
Standar Operasional dan Keamanan Pangan SPPG
Seluruh operasional SPPG mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya standar keamanan pangan yang ketat. Sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) diterapkan secara menyeluruh untuk menjamin kualitas makanan yang disajikan.
Tim khusus yang terdiri dari tenaga gizi dan personel terlatih memulai proses memasak sejak dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan didistribusikan dalam kondisi segar dan optimal kepada penerima manfaat.
Makanan yang telah matang didistribusikan maksimal 30 menit setelah proses masak selesai. Prosedur ketat ini menjaga nutrisi dan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi oleh siswa, memastikan setiap porsi memenuhi standar gizi.
Peran SPPG dalam Peningkatan Gizi dan Ketahanan Pangan
Dapur SPPG dibangun di atas lahan milik Polri atau melalui skema kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Setiap unit berfungsi sebagai pusat pengolahan bahan baku lokal menjadi menu sehat yang sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang direkomendasikan.
Sasaran utama program ini adalah siswa dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini juga menjadi bagian dari upaya transformasi Polri dalam mendukung pelayanan kesehatan dan kesejahteraan sosial.
Komitmen Polda Sumsel melalui pembangunan SPPG ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas gizi anak-anak. Langkah ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan memperkuat fondasi generasi muda yang sehat dan kompetitif.
Sumber: AntaraNews