SPPG Polres Penajam Perkuat Distribusi Makan Bergizi Gratis dengan 47 Penjamah Makanan Profesional

SPPG Polres Penajam Paser Utara kini beroperasi penuh, didukung 47 penjamah makanan terlatih untuk menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan peserta didik, memastikan kualitas dan keamanan pangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SPPG Polres Penajam Perkuat Distribusi Makan Bergizi Gratis dengan 47 Penjamah Makanan Profesional
SPPG Polres Penajam Paser Utara kini beroperasi penuh, didukung 47 penjamah makanan terlatih untuk menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan peserta didik, memastikan kualitas dan keamanan pangan. (AntaraNews)

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, telah resmi beroperasi. Satuan ini diperkuat 47 penjamah makanan profesional. Mereka bertugas menyalurkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada peserta didik di wilayah setempat.

Kepala Polres Penajam Paser Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andreas Alek Danantara, menyatakan SPPG memiliki kapasitas produksi 1.200 porsi per hari. Pada awal operasional, mereka memproduksi 1.189 porsi setiap hari. Ini menandai langkah penting dalam pemenuhan gizi anak-anak.

Program ini bertujuan memastikan setiap porsi makanan yang didistribusikan terjamin keamanannya. Pengawasan ketat serta pendampingan ahli gizi dilakukan. Hal ini untuk menjamin kualitas gizi bagi para penerima manfaat MBG.

Setiap proses produksi menu MBG di SPPG Polres Penajam diawasi dengan sangat ketat. Pendampingan dari ahli gizi juga diberikan secara berkelanjutan. Ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kualitas setiap porsi makanan yang sampai kepada peserta didik.

Dapur penyedia menu MBG ini dikelola oleh Yayasan Bhayangkari Polres Penajam Paser Utara. Sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat, makanan wajib dicicipi oleh internal SPPG. Ini adalah prosedur standar untuk memastikan kelayakan konsumsi.

Selain itu, sampel makanan yang diproduksi setiap hari disimpan. Penyimpanan sampel ini berfungsi sebagai upaya mitigasi risiko. Langkah ini penting untuk pelacakan jika terjadi masalah kualitas di kemudian hari.

SPPG Polres Penajam melibatkan 47 penjamah makanan yang direkrut dari masyarakat lokal. Mereka telah mengikuti pelatihan pengolahan dan penyajian makanan. Para penjamah ini juga memiliki sertifikat resmi, menunjukkan kompetensi mereka.

Kapolres Andreas Alek Danantara menegaskan komitmen SPPG untuk memberdayakan ekonomi lokal. Bahan pangan utama untuk menu MBG diutamakan berasal dari produksi petani lokal. Ini mendukung keberlanjutan ekonomi daerah.

Keterlibatan masyarakat lokal sebagai penjamah makanan tidak hanya menciptakan lapangan kerja. Ini juga memastikan bahwa program MBG memiliki dukungan kuat dari komunitas setempat. Program ini menjadi sinergi antara keamanan pangan dan kesejahteraan sosial.

Sebelum SPPG Polres Penajam beroperasi, sembilan dapur penyedia menu MBG lainnya sudah aktif di Penajam Paser Utara. Dapur-dapur ini melayani sekitar 11.570 peserta didik. Kehadiran SPPG menambah kapasitas distribusi secara signifikan.

Total target operasional di kabupaten tersebut adalah 24 dapur penyedia menu MBG. Dengan beroperasinya SPPG Polres, target ini semakin mendekati kenyataan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan kepolisian dalam mendukung program nasional.

Ekspansi program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak-anak di seluruh wilayah. Program Makan Bergizi Gratis menjadi investasi penting bagi masa depan generasi muda.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi