Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), secara proaktif mengajukan pembangunan 40 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil guna mendukung penuh implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat. Inisiatif ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan asupan gizi seimbang bagi anak-anak sekolah di wilayah Batola.
Wakil Bupati Batola, Herman Susilo, mengumumkan pengajuan ini setelah meresmikan SPPG perdana untuk program MBG di Kecamatan Anjir Pasar pada Senin lalu. Peresmian tersebut menandai dimulainya upaya konkret Pemkab Batola dalam menjalankan program nasional ini. Herman Susilo menegaskan komitmen daerah untuk menyukseskan program yang dinilai sangat baik dan bermanfaat.
Dari total 40 titik SPPG yang diajukan, sebanyak 38 lokasi merupakan usulan langsung dari pihak sekolah atau masyarakat setempat. Sementara itu, dua titik lainnya merupakan inisiatif langsung dari pemerintah daerah Batola sendiri. Harapan besar disematkan agar program ini berjalan lancar dan menjadi contoh positif bagi daerah lain di Kalsel.
Advertisement
Advertisement
Peresmian SPPG perdana di Kecamatan Anjir Pasar menjadi tonggak penting bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Batola. Wakil Bupati Herman Susilo secara langsung memimpin acara peresmian tersebut. Ia menyatakan bahwa program pemerintah pusat ini harus dilaksanakan karena sangat baik dan sesuai arahan yang telah ditetapkan.
“Ini harus kita lakukan karena program pemerintah pusat ini sangat baik sekali, dan kita jalankan sesuai arahan. Alhamdulillah, hari ini kita bisa resmikan SPPG perdana,” ujar Herman Susilo. Ia berharap peresmian SPPG ini dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Batola. Tujuannya adalah untuk turut serta mendukung program nasional yang berfokus pada peningkatan gizi anak sekolah.
Herman Susilo juga menambahkan bahwa pelaksanaan SPPG ini diharapkan menjadi tolok ukur. Hal ini penting agar program dapat diikuti oleh daerah lain dengan pelaksanaan yang baik dan benar. Ia menekankan pentingnya menjalankan program MBG sesuai dengan prosedur, aturan, dan standar operasional yang telah ditetapkan. “Dengan pelaksanaan yang sesuai aturan, tujuan memberikan gizi seimbang dan makanan bergizi gratis bagi anak-anak sekolah bisa tercapai secara optimal,” ucapnya.
Advertisement
Advertisement
Koordinator MBG se-Kabupaten Batola, Ahmad Jarkani, memberikan informasi terkini mengenai progres pembangunan dapur MBG. Ia menyampaikan bahwa pembangunan dapur utama MBG di Batola telah mencapai 30 dapur. Selain itu, untuk kategori daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T), terdapat sekitar 39 dapur yang telah dibangun. Dengan demikian, total seluruh dapur MBG di Kabupaten Batola saat ini telah mencapai 69 unit.
Ahmad Jarkani juga menambahkan bahwa beberapa dapur di Kecamatan Alalak sudah siap untuk segera beroperasi. Kepala dapur untuk lokasi-lokasi tersebut bahkan telah ditetapkan melalui surat keputusan (SK) resmi. Saat ini, proses yang tersisa hanyalah penyelesaian administrasi lainnya agar operasional dapat segera dimulai.
Setelah acara peresmian SPPG perdana, Wakil Bupati Batola bersama jajaran pejabat terkait melakukan peninjauan langsung. Rombongan yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Batola, Kepala Dinas PPKBP3A, Ketua Kadin Kota Banjarmasin, Asisten I, Satgas MBG Batola, serta unsur Forkopimcam Anjir Pasar, memeriksa standar operasional SPPG. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kebersihan dan kesiapan pelaksanaan program di lapangan, menjamin kualitas gizi yang akan diberikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews