Sindiran Lulusan TK, FX Hadi Rudy Tegaskan Mundur dari Plt PDIP Jateng
Rudy juga mengaku tulus ikhlas dengan keputusannya tersebut. Selanjutnya ia akan menjadi anggota partai biasa.
FX Hadi Rudyatmo secara blak-blakan menyampaikan alasan pengunduran dirinya dari jabatan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan keputusan tersebut diambil secara matang dan bulat, tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak mana pun.
Rudy memilih mengundurkan diri lantaran merasa tidak mampu dan memilih menjaga soliditas partai.
"Saya legowo dan ikhlas tidak menjabat sebagai Plt Ketua DPD Jawa Tengah," ujar Rudy saat ditemui di Solo, Sabtu (20/12).
Ikhlas dengan keputusannya
Rudy juga mengaku tulus ikhlas dengan keputusannya tersebut. Selanjutnya ia akan menjadi anggota partai biasa.
"Saya akan menjadi anggota partai biasa saja. Karena saya merasa tidak mampu dan supaya persatuan dan kesatuan tentang partai itu tidak berpengaruh dan organisasi tetap solid, nggak ada paksaan," tandasnya.
Terkait keputusan yang mengejutkan banyak pihak itu, Rudy mengaku sudah melaporkannya ke Ketua Umum PDIP, Megawati Seokarno Putri. Meski sudah mundur, kepada Megawati, ia berjanji untuk tetap loyal dan taat pada perintah ketua umum menjadi kader biasa.
"Apa yang pernah kami lakukan mulai tahun 77 sampai sekarang, ini sudah saya laporkan kepada ibu ketua umum. Saya mengundurkan diri dengan legowo dan tulus ikhlas menjadi anggota partai biasa. Saya tetap Loyal, taat, dan patuh pada Ibu Ketua Umum Megawati Soekarno Putri untuk berjuang memenangkan Pemilu 2029," kata dia.
Mengundurkan diri
Selain mundur sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jateng, Rudy mengaku juga mundur sebagai calon ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Sehingga, ia tidak mungkin menjadi ketua DPD PDIP Jawa Tengah secara definitif.
"Nggak ada DPD definitif, saya mengundurkan diri dari Plt dan calon ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah.
Karena saya menjaga persatuan pusat demi persatuan kesatuan partai itu sendiri, dan demi solidnya organisasi PDI Perjuangan," ungkap Rudy.
Saat ditanyakan apakah ada gejolak di sejumlah DPC Jawa Tengah karena dirinya sebagai Plt, Rudy menampik. Namun ia menyebut sempat muncul sindiran menganai calon ketua DPD PDIP Jawa Tengah hanya lulusan TK.
"Nggak ada. Orang lulusan TK, di medsos kan begitu
lulusan TK memimpin PDI Perjuangan di Jawa Tengah apa mampu ya?. Saya jawab tidak mampu, sudah," katanya.
"Itulah yang, menjadi alasan karena ketidakmampuan untuk memimpin, lebih baik saya menjadi anggota partai biasa saja. Dan demi kepentingan persatuan dan kesatuan partai, dan demi kepentingan organisasi yang lebih solid, itu saja," katanya.