Simbol Jadi Nyata Patung Berompi Oranye di Kemenaker, Wamennya Ditangkap KPK
Manekin itu mengenakan rompi oranye bertuliskan "Tahanan KPK".
Begitu memasuki lobi Gedung A Kementerian Ketenagakerjaan, perhatian langsung tertuju pada sosok lelaki yang berdiri tegak. Bukan manusia sungguhan, melainkan manekin yang menjadi bagian dari instalasi edukatif di area tersebut.
Tapi busana cukup menarik perhatian. Manekin itu mengenakan rompi oranye bertuliskan "Tahanan KPK". Tak cukup sampai di situ, di dadanya tergantung tanda bertuliskan "Jangan Mimpi Pakai Rompi Ini".
Manekin sengaja dipasang untuk mengingatkan para pegawai Kementerian Ketenagakerjaan untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Dia mengakui keberadaan patung itu sebagai alarm untuk para anak buahnya.
"Teman-teman kalau lihat disini ada patung orang pakai rompi orange. Saya selalu mengingatkan proses layanan kita perbaiki, apalagi K3 ini saya sangat concern. Angka kecelakaan kita masih memprihatinkan, kita perlu percepatan dalam pelayanan K3 dan seterusnya. Jadi makanya kami prihatin dan kita menyayangkan sekali sebenarnya," ujar dia.
Diketahui, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
OTT tersebut, terkait kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan yang mengurus sertifikasi K3. Selain pria yang akrab disapa Noel itu, ada sembilan orang lainnya yang ditangkap dalam OTT KPK tersebut.
Yassierli tak bisa menyembunyikan rasa kekecewaannya."Saya prihatin dan menyayangkan peristiwa dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini sedang diproses oleh KPK. Bagi saya dan keluarga besar Kementerian Ketenagakerjaan, ini adalah pukulan yang berat," ujar dia.
Dia menekankan sejak awal kepemimpinannya sudah berupaya untuk mencegah terjadinya praktik korupsi di Kemnaker. Semua pejabat diminta teken Pakta Integritas. Khusus untuk layanan K3, Yassierli menyebut hampir seribu perusahaan jasa K3 (PJK)
"Jadi sekali lagi, berbagai hal sudah kita lakukan untuk membangun sistem yang lebih baik di Kemenaker ini," ujar dia.
Selain itu, Yassierli mengaku sudah merotasi pegawai yang terlalu lama di posisinya, memperbaiki alur layanan agar transparan, hingga merevisi sejumlah aturan lama.
"Peristiwa ini harus dijadikan pembelajaran bersama, dan saya berharap kedepan tidak ada lagi insan di Kementerian Ketenagakerjaan yang terlibat praktek korupsi atau penyimpangan dalam bentuk apapun," katanya.